Bagikan ke
Kwikku
Bagikan ke
Facebook
Bagikan ke
Twitter
Bagikan ke
LinkedIn
Bagikan ke
Google+
7 Tempat Angker di Jogja yang perlu Kamu Tahu
7 Tempat Angker di Jogja yang perlu Kamu Tahu
7 Tempat Angker di Jogja yang perlu Kamu Tahu,

Adanya makhluk tak kasat mata sebagai penunggu tempat tertentu sangat dipercaya diberbagai daerah. Namun, pada dasarnya semua kembali kepada individu masing-masing untuk percaya atau tidak. Salah satu daerah yang masih mempercayai mitos-mitos dalam kehidupannya adalah masyarakat Jogjakarta. Berikut adalah tujuh mitos tempat angker di Jogja:

  1. Goa Jepang

Goa ini terletak diantara tebing curam di kaki gunung Merapi. Menurut sejarah, goa Jepang merupakan tempat persembunyian tentara Jepang sekaligus tempat penyiksaan bagi tawanan perang. Banyaknya korban meninggal dan suasana yang mencekam semakin menambah kesan angker. Banyak penampakan yang muncul goa ini, seperti suara derap prajurit, sosok prajurit perang bersimbah darah serta jerit dan tangis minta tolong.

  1. Benteng Vredeburg

Bangunan tua sering kali meninggalkan cerita mistik. Salah satu bangunan tersebut adalah Benteng Vredeburg yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda. Masyarakat sekitar menyebut bangunan iniloji.Hal itu dikarenakan diantara bangunan di Vredeburg terdapatloji setanyang dianggap angker. Konon masyarakat sering mendengar suara rintihan kesakitan dan minta tolong. Selain itu, di gedung sebelah timur aula tenggah Vredeburg sering terdengar suara alunan musik khas Belanda yang menyeramkan.

  1. Gereja Gothic Sayidan

Gereja dengan arsitektur khas gothic ini berlokasi di daerah Gondomanan. Menurut sejarahnya, gereja ini merupakan bangunan milik warga keturunan Tionghoa. Di puncak menara gereja tersebut terdapat tanda salib dan patung Yesus yang menunjuk ke arah Kraton Yogyakarta. Apabila dilihat dari luar, gereja ini tampak menyeramkan. Berapa masyarakat yang pernah masuk mengatakan bahwa didalam gereja terdapat ruang bawah tanah, lorong yang panjang serta altar layaknya gereja umumnya. Ditambah dengan adanya tulisan-tulisan bahasa belanda yang banyak terdapat disana membuat kesan angker semakin kuat.

  1. Pulung Guntung

Pulung Gantung adalah sebuah daerah di Kabupaten Gunungkidul. Menurut arti katanya, palung gantung berarti bola api yang berpijar. Kepercayaan masyarakat sekitar mengatakan bahwa kemunculan pulung gantung merupakan suatu pertanda akan terjadinya sesuatu. Apabila pulung gantung yang muncul warna putih biru kehijauan maka ini adalah pertanda kebaikan sedangkan pulung gantung berwarna merah terang menyala adalah tanda akan adanya kematian. Hal unik lain terjadi didaerah ini, yaitu tingginya angka bunuh diri. Bahkan rerata pertahunnya lebih tinggi daripada yang terjadi di Jakarta.

  1. Daerah sekitar jalan layang Janti

Sering terjadinya kecelakaan di kawasan ini membuat kesan angker di jalan ini. Keangkeran tersebut salah satunya sisebabkan karena kecelakan sebuah bus yang kerap terjadi. Menurut beberapa penumpang, apabila melewati jalan tersebut pada tenggah malam sering tercium bau kemenyan. Mitosnya, ada dua kemungkinan ketika naik bus tersebut, yaitu tidak kembali atau tiba dikota tujuan dengan sangat cepat.

  1. Gunung Merapi

Keangkeran gunung ini telah dikenal sejak dulu. Selain itu, gunung yang hingga kin masih aktif tersebut dipercaya sebagai salah satu titik tempat mistik di Jogja. Untuk menghormati penunggunya, Eyang Sapu Jagad, setiap tahun Kraton Yogyakarta mengadakan labuhan di gunung ini. Mitosnya, digunung ini terdapat pasar bubrah, yaitu pasar makhluk halus. Bagi mereka yang melamun ketika berada disana, akan dapat masuk ke alam tersebut. Mereka seolah tenggah berada didalam pasar. Namun, setelah tersadar ternyata tempat tersebut adalah hutan lebat.

  1. Pantai Parangkusumo

Mitos keberadaan ratu laut selatan atau Nyi Roro Kidul masih kuat hingga kini. Menurut kepercayaan masyarakat, pantai laut selatan yang paling angker adalah pantai Parangkusumo. Pantai ini merupakan tempat labuhan Kraton Yogyakarta sekaligus dipercaya sebagai pintu gerbang gaib menuju Kraton Laut Kidul. Terdapat pantangan ketika berkunjung ke pantai ini, yaitu larangan mengenakan pakaian berwarna hijau. Hal ini dikarenakan, menurut mitosnya warna hijau merupakan warna favorit ratu laut selatan. Bagi mereka yang menghiraukan pantangan ini akan terseret dan hilang ditelan ombak.

Baca juga :

0
0
0
0
0
Komentar
PILIHAN TERBAIK UNTUK DIBACA
Likes Fourlook from Facebook