Postingan ini tidak bisa disalin
Bagikan ke
Kwikku
Bagikan ke
Facebook
Bagikan ke
Twitter
Bagikan ke
LinkedIn
Bagikan ke
Google+
HAL-HAL YANG HARUS DIPERSIAPKAN SESEORANG YANG AKAN MENGIKUTI LOMBA BACA PUISI
HAL-HAL YANG HARUS DIPERSIAPKAN SESEORANG YANG AKAN MENGIKUTI LOMBA BACA PUISI
HAL-HAL YANG HARUS DIPERSIAPKAN SESEORANG YANG AKAN MENGIKUTI LOMBA BACA PUISI,

Kelihatannya persoalan ini sepele. Namun sebenarnya hal ini merupakan hal yang sangat menentukan didalam perjalanan lomba membaca puisi sebelum tampil di depan juri. Banyak dari para peserta lomba yang mengabaikan masalah teknis ini dimungkinkan karena kekurang tahuan mereka sekitar lomba baca puisi atau memang sengaja menganggap hal itu merupakan hal remeh.  Jika alasan yang pertama, mungkin masih mending. Karena memang keterbatasan pengetahuan dalam konteks keilmuan. Dalam hal ini ilmu memilih dan membaca puisi yang pas untuk dibaca sesuai dengan karakter pembaca. Namu jika alasan yang kedua yang dipilih, yaitu "menganggap remeh” maka akan fatal akibatnya.

            Berikut akan penulis paparkan bagaimana langkah-langkah mempersiapkan puisi untuk dibacakan dilomba, sekitar pengalaman penulis sendiri.

            Seperti halnya karya sastra lain, membaca puisi juga seringkali menjadi salah satu sayembara. Tak jarang hadiahnyapun sangat berharga. Itulah alasan mengapa banyak orang, terutama pecinta seni baca puisi selalu berusaha memenangkan lomba.

 

 

1. KEMAMPUAN MEMILIH DAN MEMAHAMI SEBUAH PUISI

            Umumnya, panitia lomba menyodorkan beberapa pilihan judul puisi yang boleh dibacakan. Selain puisi yang wajib dibaca. Atau dengan istliah ada puisi wajib dan puisi pilihan. Kedua puisi yang harus dibaca oleh pesrta lomba itu haruslah mampu dipahami. Pemahaman atau interpretasi akan maksimal apabila karya puisi itu dibaca secara berulang-ulang dan dihafalkan. Utamanya dengan membaca berulang-ulang tersebut, pembaca puisi akan segera merasakan roh yang terdapat didalam puisi tersebut. Hal ini penting, tanpa anda mampu menemukan roh yang ada didalam kandungan puisi tersebut, anda tidak akan mampu menggali ide untuk menentukan mimik muka dan gestur tubuh saat anda membaca puisi tersebut.  Misalnya : Puisi yang bernuansa kocak, karerna anda tidak menemukan karakter puisi tersebut, lalu anda bacakan dalam suasana yang syahdu atau lembut mendayu-dayu, maka akan terasa kurang sreg di telinga pendengarnya. Kemampuan memahami sebuah karya puisi ini, banyak orang yang mengatakan dengan istilah kemampuan menafsirka jenis puisi. Bagi seorang pembaca yang sekaligus penulisnya sendiri mungkin akan lebih mudah memahami karakter pusi itu. Namun bagi orang lain, mungkin harus memerlukan waktu untuk menemukan karakter puisi yang ditulis orang lain. Karakter dan roh puisi adalah suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Karakter puisi juga mencerminkan roh puisi itu sendiri.

 

2.KEMAMPUAN MENENTUKAN IRAMA/RITME.

            Seperti halnya sebuah lirik lagu, puisi mempunyai ritme/lagu/atau irama. Irama disini adalah irama yang ada hubungannya dengan karakter puisi itu sendiri. Apabila telah menemukan karakter puisinya, maka barulah menentukan irama agar nanti didalam membaca, tidak terjadi adegan monoton antara bait yang pertama dengan bait yang lain.  Alangkah lebih bagusnya jika irama itu saling berhubungan antar bait. Juga nada penekanan tertentu pada baris-baris puisi yang harus ditonjolkan.

            Irama ini penting untuk menyedot perhataian penonton. Pastikan juga pengucapan suku kata, huruf vokal dan konsonan dilakukan secara sempurna. Panjang pendeknya bacaan juga ditentukan dengan irama yang telah dipilih.

            Memilih irama untuk sebuah puisi sangat disarankan dengan mencoba membacanya secara ber ulang-ulang.

 

2. KEMAMPUAN BEROLAH TUBUH.

            Aapa yang dimaksud olah tubuh?  Tentu anda sudah mempunyai gambaran yang benar tentang judul diatas. Yaitu gerakan tubuh ketika kita sedang membaca puisi diatas panggung. Umumnya secara mudah dapat diartikan "Penampilan”. Walaupun sebenarnya menurut penulis sangat berbeda. Jika penampilan, artinya yang ada hubungannya dengan kustum/pakaian. Kustum juga sangat membantuk mencuri perhatian juri. Selama kustum itu sesuai dengan karakter puisi yang dibawakan. Namun jika kustum itu tidak sesuai dengan karakter puisinya, malah akan mengurangi penilaian.

Kustum sangat berbeda dengan olah tubuh. Olah tubuh masih dekat hubungannya dengan karakter dan irama puisi. Suatu misal sebuah puisi dengan karakter yang bernuansa sedih, lalu dibawakan dengan semangat membara dan teriakan, tentu saja tidak pas.

Agar maksimal didalam mengeksplorasi gerakan tubuh supaya sesuai dengan karakter puisinya, sebaiknya sering berlatih didepan cermin sambil melihat gerakan tubuh kita lewat bayangang cermin apakah antara gerakan tangan dan kaki serta mimik/raut muka sudah sesuai atau belum. Tentu saja jika kita sering berlatih didepan cermin, maka kita akan dapat dengan mudah menemukan kekurangan yang ada pada gerakan kita.  

Tetapi ingat, Jangan terlalu banyak gerak! Cukup tangan dan sedikit gerakan badan.  Anda tidak perlu sampi jatuh bangun untuk mengekspresikan puisi yang anda baca, apalagi sampai bergaya kejang-kejang dipanggung.

 

3. PERHATIKAN INTONASI

                Dimana anda harus meninggikan suara, dan dimana anda harus menurunkannya, dimana anda harus menekankan suatu bait, dan dimana beberapa bait harus dibaca menyambung terus tanpa jeda. Mainkan intonasi anda dengan nikmat dan penuh penjiwaan. Dengan demikian  tidak ada penampilan yang terasa monoton dan membosankan. Intonasi anda juga harus mampu membawa daya khayal pendengar.

 

4. HAFAL

            Walaupun  ini judulnya lomba baca puisi, maka 80 persen dari performance anda adalah  harus melihat teksnya aliasanda  harus membaca teks yang anda baca.  Meskipun ketika anda berlatih berulang-ulang pada akirnya jadi hafal.  Tetap saja anda tidak boleh melebihi 20 % melafalkan bait tanpa melihat teks. Ini akan menjadi salah satu poin yang sangat perhatikan oleh para juri.  Namun Hafal teks puisi yang akan dibacakan itu sangat penting karena sangat mempengaruhi penampilan. Pokoknya sering melihat teks dengan penggayaan sebagai sebuaha penampilan, entah itu anda benar membacanya atau tidak, itu harus anda lakukan.

 

5. IRINGAN MUSIK

            Apakah perlu musik pengiring? Bagi sebagian orang mungkin itu akan menjadi bumbu yang sangat menyedapkan dalam membaca puisi. Dan memang akan terdengar sangat indah jika iringan music dan pembacaan puisinnya begitu menyatu. Namun Jika musik pengiring itu tidak pas, atau malah terasa ngalor ngidul antara musik dan vokal penbacanya, maka justru akan membuat fatal. Menurut pandangan saya, jika itu lomba baca puisi ya seharusnya tidak menggunakan musik pengiring. Tetapi jika itu lomba musikalisasi puisi, baru musik memegang peran.

 

6. KETAHANAN MENTAL SPIRITUAL.

            Agar penampilan anda dipanggung nantinya bisa sempurna, maka persiapkan mental yang teguh. Agar tidak terjangkit demam panggung. Terutama jika anda merasakan sesuatu hal yang tersa salah. Tidak perlu grogi. Sehingga para juri tidak tau. Astau mungkin buatlah seakan kesalahan itu memang anda sengaja dan merupakan bagian dari penampilan. Tetapi ingat, jangan berlarut-larut kedalam suasana salah. Cepatlah kembali kejalan yang lurus sesuai konsep latihan yang telah anda persiapkan sebelumnya.

 

7.HAL-HAL YANG PERLU DIHINDARI.

Ada beberapa hal kekurang tepatan yang dilakukan peserta di antaranya.
1. Tidak menghapalkan teks sehingga lupa di tengah pembacaan.
2. Tidak memahami isi puisi sehingga salah dalam penjedaan dan penekanan. Ini mengakibatkan suasana/roh puisi melayang.
3. Tidak latihan. Ini fatal.
4. Belum mengolah irama, keras-lembut vokal dan nada sehingga monoton.
5. Terlalu banyak gerakan.
6. Penjedaan terlalu lama sehingga tempo menjadi lambat dan terasa berat.
7. Membaca puisi tidak di atas panggung.
8. Meletakkan teks/kertas di depan muka sehingga wajah tertutup.

 

Itulah hal-hal yang harus dipersiapkan seseorang yang akan mengikuti lomba baca puisi. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga :

0
0
0
0
0
Komentar
PILIHAN TERBAIK UNTUK DIBACA
Likes Fourlook from Facebook