Bagikan ke
Kwikku
Bagikan ke
Facebook
Bagikan ke
Twitter
Bagikan ke
LinkedIn
Bagikan ke
Google+
KEHANCURAN ANAK-ANAK KAUM MUSLIMIN HASIL DIDIKAN IAIN/UIN/STAIN DAN PTS ISLAM
KEHANCURAN ANAK-ANAK KAUM MUSLIMIN HASIL DIDIKAN IAIN/UIN/STAIN DAN PTS ISLAM
KEHANCURAN ANAK-ANAK KAUM MUSLIMIN HASIL DIDIKAN IAIN/UIN/STAIN DAN PTS ISLAM,
BISMILLAH
Oleh Hartono Ahmad Jaiz Hafidzahullah

Spanduk bertuliskan Tuhan Membusuk dalam kegiatan OSCAAR 2014 di UIN SURABAYA menjadi berita RAMAI. Ada yang menulis, Setelah DOSEN-nya pernah MENGINJAK-INJAK Al-Quran, kini mahasiswa UIN SUNAN AMPEL menganggap TUHAN MEMBUSUK.

Pada kegiatan Orientasi Akademik dan Cinta Almamater (OSCAAR) tahun 2014 ini, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas USHULUDDIN dan FILSAFAT mengangkat sebuah grand tema: Tuhan Membusuk. OSCAAR 2014 bagi mahasiswa baru UIN SUNAN AMPEL itu berlangsung sejak Kamis 28 Agustus, dan berakhir pada 30 Agustus 2014M.

Suaranews mengutip santrinews memberitakan, dari beberapa PENELUSURAN ALUMNI Ushuludin UIN Sunan Ampel, salah 1 ALUMNI MENCERITAKAN bahwa memang Ushuludin UIN Sunan Ampel sebenarnya SUDAH DARI DULU mendoktrin mahasiswanya seperti itu. Ibaratnya mereka didoktrin MEMBENCI AGAMA, terutama ISLAM.

Sejak saya KULIAH PERTAMA KALI sekitar tahun 2004. Ketika OSPEK/OSCAAR, kami sudah DIDIDIK untuk gemar MENGKRITISI AGAMA, terutama ISLAM. Saya waktu itu sering MENGKRITIK kakak senior karena didoktrin untuk MENGKRITISI ISLAM yang lebih terasa sepertinya mereka MEMBENCI ISLAM. Ungkap salah 1 ALUMNI Ushuluddin UIN SUNAN AMPEL yang TAK INGIN disebutkan namanya.

Bahkan SERINGKALI kakak senior mereka MENGHAMBAT waktu-WAKTU SHALAT. Dengan diberikan banyak aktivitas, sepertinya AGAR MELUPAKAN WAKTU SHALAT. Masjid UIN SUNAN AMPEL itu besar dan AZAN-nya TERDENGAR KERAS. Tetapi waktu ospek, kami malah DISIBUKKAN dengan beragam AKTIVITAS.

SEPERTINYA INGIN agar kami MELUPAKAN SHALAT dan tak jarang kakak senior malah bilang, SHALAT ITU TIDAK PERLU DI MASJID cukup di hati saja kita shalatnya, kata MANTAN mahasiwa UIN Sunan Ampel yang berdomisili di SIWALANKERTO, SURABAYA. (Lihat Setelah Dosennya Pernah Menginjak-injak Alquran, Kini Mahasiswa UIN Sunan Ampel Anggap Tuhan Membusuk, santrinews/suaranews).

INGATLAH, bagi orangtua yang ingin MENGKULIAHKAN anaknya ke PERGURUAN TINGGI ISLAM tentu saja BUKAN untuk menjadi orang yang SOMBONG LUAR BIASA. Bahkan Umat Islam pada umumnya juga sama sekali TIDAK MENGINGINKAN perguruan tinggi Islam se-Indonesia ini JADI AJANG PEMURTADAN LUAR BIASA seperti itu. Apalagi sudah sejak tahun 2005 telah diingatkan dengan tegas dalam 1 buku berjudul ADA PEMURTADAN DI IAIN yang maksudnya memperingatkan seluruh perguruan tinggi Islam di Indonesia.

TEGAKAH KITA membiarkan generasi PENERUS BANGSA ini digarap besar-besaran oleh Para Penentang ALLAH Taala untuk menjadi manusia-manusia yang DURHAKA lagi SUPER SOMBONG? Tentu saja TIDAK TEGA. Tetapi, apa REAKSI dan AKSI KITA, itu masih dipertanyakan.

Karena selama ini BELUM ADA BUKTI yang menunjukkan bahwa kita tidak tega GENERASI BANGSA INI DIRUSAK SECARA BESAR-BESARAN itu. Sudah saatnya kita tunjukkan bukti. Paling kurang, para PELAKU ITU DITINDAK TEGAS dan disosialisasikan hukumannya, agar TIDAK LEBIH RUSAK LAGI dan tidak berani mengadakan PENODAAN AGAMA lagi.

Dicuplik dari situs:nahimunkar.com
Baca juga :

0
0
0
0
0
Komentar
PILIHAN TERBAIK UNTUK DIBACA
Likes Fourlook from Facebook
Maaf! Postingan berbahaya.
hanya pengguna yang mengizinkan postingan NSFW yang bisa melihat