Bagikan ke
Kwikku
Bagikan ke
Facebook
Bagikan ke
Twitter
Bagikan ke
LinkedIn
Bagikan ke
Google+
MENGENAL KONTRUKSI BANGUNAN BERKELANJUTAN
MENGENAL KONTRUKSI BANGUNAN BERKELANJUTAN
MENGENAL KONTRUKSI BANGUNAN BERKELANJUTAN,

Konstruksi berkelanjutan, juga dikenal sebagai konstruksi hijau, adalah pembuatan kontruksi yang didasarkan pada dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk menciptakan struktur yang dapat digunakan dari masa ke masa.

Dengan kata lain, jenis kontruksi bangunan ini membutuhkan desainer dan kontraktor bangunan yang mengerti kebutuhan ekosistem, dan menggunakan praktek bangunan yang tidak akan menyebabkan kerusakan pada jangka panjang terhadap lingkungan. Namun, dalam term lain, kontruksi bangunan berkelanjutan juga merupakan kontruksi yang dirancang untuk menjadi kontruksi yang sangat efisien dalam energi, membuat orang-orang yang tinggal atau bekerja di dalamnya menjadi sehat, dan pada akhirnya mendukung pengurangan polusi serta limbah.

Adapun secara keseluruhan, definisi dari konstruksi ini didasarkan pada prinsip triple bottom line (TBL)" Manusia, planet, dan keuntungan.

Berkaitan dengan keuntungan, pada dasarnya bangunan tradisional era modern sangat boros energi. Komisi Eropa misalnya memperkirakan bahwa 35% dari semua emisi rumah kaca di Eropa berasal dari bangunan. Sederhananya bangunan pencakar langit mengambil sebanyak mungkin sumber daya, entah selama konstruksi dan dan saat digunakan.

Nah, tujuan utama dari pembangunan berkelanjutan adalah untuk meminimalkan dampak bangunan terhadap lingkungan dengan dengan hati-hati mempertimbangkan bagaimana bangunan dirancang, bagaimana bagunan dibangun, bagaimana bangunan digunakan dan dipelihara, dan akhirnya - bagaimana bangunan dipensiunkan atau dibongkar setelah masa pakainya telah berakhir.

Ketahanan lingkungan

Terpenting dari kontruksi bangunan berkelanjutan adalah langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah kelestarian lingkungan, dan ini salah satunya diperoleh dari peningkatan efisiensi energi bangunan, bagaimana setiap bangunan terlepas dari gardu listrik utama dan mulai mencari cara untuk mandiri secara energi, entah dengan memanfaatkan plantasi solar cell, atau energi panas bumi, dan arus laut.

Dan terpenting pula dan menemukan cara untuk mengurangi limbah secara higienis. Sudah bukan rahasia lagi, kebutuhan air di perkantoran sangat tinggi, dan pada akhirnya ciri bangunan berkelanjutan akan menyediakan konduksi filter untuk memfilter ulang air yang terbuang menjadi air bersih kembali.

Konstruksi berkelanjutan dengan demikian mensyaratkan penghematan biaya baik dalam jangka pendek dan panjang. Seperti disebutkan, dengan menggunakan bahan-bahan cendrung lokal, bahan bahan hijau, energi mandiri, sirkulasi air mandiri, akan cenderung menghemat uang serta biaya pemeliharaan bangunan. Bahkan tidak sedikit gedung yang memanfaatkan air hujan yang ditampung dalam lanskap irigasi di sekitar gedung. Dengan menggunakan tanaman penyimpan ari, serta filterisasi maka kebutuhan air di dalam gedung bisa teratasi.

Baca juga :

0
0
0
0
0
Komentar
PILIHAN TERBAIK UNTUK DIBACA
Likes Fourlook from Facebook