Bagikan ke
Kwikku
Bagikan ke
Facebook
Bagikan ke
Twitter
Bagikan ke
LinkedIn
Bagikan ke
Google+
PERNAHKAH KITA BERTANYA, UNTUK APA KITA DI BUMI INI?
PERNAHKAH KITA BERTANYA, UNTUK APA KITA DI BUMI INI?
PERNAHKAH KITA BERTANYA, UNTUK APA KITA DI BUMI INI?,

BISMILLAH

Wahai saudaraku, semuslim!
Pernahkah ADA TANYA dalam HATIMU, sedang apa kita DI BUMI SAAT INI?. Sedang MENIKMATI KEHIDUPAN yang diberikan Oleh Sang Maha Hidup ATAU sedang MENUNGGU MATI yang pasti akan kita JUMPAI?PERNAHKAH TERLINTAS tanya, apa tujuan kita DIKIRIM KE MUKA BUMI?. Untuk BERSENANG- SENANG dengan segala FASILITAS yang diberikan Oleh Sang Maha Pemberi atau HANYA TINGGAL DIAM mengikuti alur kehidupan, menerima segala yang diberikan? LETUS! MARI SAMA- SAMA KITA RENUNGI


Wahai saudaraku, semuslim!
Perlu kita SADARI, ada CINTA YANG SETIA mengalir dalam ALIRAN DARAH dan setiap HEMBUSAN NAFAS kita yang tetap hidup dan MEMBERI KEHIDUPAN. Cinta yang TAK PERNAH coba kita kenali dari mana SUMBERNYA, meskipun dia TAK MEMINTA untuk dikenali. CINTA yang TAK pernah coba kita lirik BUKAN KARENA TAK mampu, tapi karena kita TAK PERNAH PUNYA KEINGINAN untuk mencari tahu.


CINTA YANG BEGITU IKHLAS dan terus menghujani hari- hari kita dengan BEGITU BANYAK NIKMAT yang terkadang sangat sulit untuk KITA SADARI keberadaannya. Itu memang wajar, karena CINTA ITU TAK TERLIHAT sehingga mata kita buta untuk bisa melihatnya. Tapi TIDAKKAH KITA RASAKAN? CINTA yang memberi, memberi dan SELALU MEMBERI itu? Adakah yang lebih banyak memperhatikan kita DIBANDING SANG PEMILIK CINTA itu? Tidakkah kita PENASARAN, siapa PEMILIK CINTA yang tulus itu? DIA-lah ALLAH Tabaraka wa Taala


Masih TIDAK INGINKAH kita mencari tahu dan MENGENALI CINTA SANG KHALIK? DIA Yang Telah Menciptakan pun MENITIPKAN CINTA dan kehidupan kepada MANUSIA. Namun apakah YANG DAPAT KITA LAKUKAN untuk membalas KEBAIKAN Sang Maha Baik itu? Meskipun SELURUH WAKTU Yang ALLAH Berikan kepada kita, digunakan untuk BERIBADAH Kepada-NYA, TIDAK AKAN mampu untuk membalas Kebaikan-NYA.


Wahai saudaraku, semuslim!
Tapi TENANG, BUKAN itu yang ALLAH Inginkan. ALLAH Hanya ingin kita MENJADI MANUSIA super yang PATUH pada Perintah-NYA dan Menjauhi Larangan-NYA. Itu karena ALLAH Tidak ingin kita sampai TERGODA dengan RAYUAN setan yang akan MENYESATKAN KITA menuju tempat yang PALING MENGERIKAN yaitu Neraka. ALLAH Azza wa Jalla Ingin menjadikan kita MANUSIA Pilihan-NYA yang semoga akan bertemu di Surga-NYA. Aamiin


Tapi kita TIDAK PERNAH MERASA dipilih. Padahal sadar atau tidak, salah 1 Perintah ALLAH Kepada kita adalah agar bisa MERASA DEKAT dengan kita, Yang DIA Ciptakan dengan PENUH CINTA. Pertanyaannya apakah HATI KITA TERLALU KERAS sehingga tak bisa MERASAKAN CINTA Sang Maha Cinta? Terkadang bahkan selalu ALLAH Jalla wa Ala Merindukan AIRMATA kita. Airmata TULUS yang mengalir karena KERINDUAN. Tapi PERNAHKAH kita MENANGIS karena RASA RINDU ingin berjumpa Dengan-NYA?


Wahai saudaraku, semuslim!
Coba RENUNGI BAIK-BAIK beberapa kalimat dari POTONGAN SEBUAH HADITS QUDSI di bawah ini tentang CINTA ALLAH pada Hamba-NYA. Dari ABU HURAIRAH Radhiyallahu Anhu, RASULULLAH Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: SESUNGGUHNYA ALLAH Taala Berfirman: Kalau AKU Sudah mencintainya, AKU Adalah PENDENGARAN yang dia gunakan untuk mendengar, PENGELIHATAN yang dia gunakan untuk melihat, TANGAN yang dia gunakan untuk berbuat dan KAKI yang dia gunakan untuk melangkah. Kalau dia meminta Kepada-KU, pasti AKU Kabulkan. Kalau dia meminta perlindungan Kepada-KU, pasti akan AKU Lindungi. (HR. BUKHARI)


Wahai saudaraku, semuslim!
RASAKAN GETARAN CINTA itu. BELUM TERLAMBAT untuk mengejar Sang Cinta Sejati. Perjalanan cinta kita BERMULA DI SINI. Seperti itulah ALLAH Subhana wa Taala Mencintai Hamba-NYA. TIDAK PERLU sang hamba tahu tapi sang hamba pasti merasakannya.CINTA serta kehidupan itu akan selalu MANUSIA BAWA meskipun telah MENINGGALKAN ALAM FANA ini jika selama hidupnya, dia MENCOBA BELAJAR tentang cinta dan kehidupan yang ALLAH Berikan untuknya dan hingga akhirnya dia AKAN MENEMUI Sang PEMILIK CINTA itu di Surga nanti. Wallahu Alam


dari status: Mujahiddin Palestin shared Islampos's photo.

Baca juga :

0
0
0
0
0
Komentar
PILIHAN TERBAIK UNTUK DIBACA
Likes Fourlook from Facebook