Bagikan ke
Kwikku
Bagikan ke
Facebook
Bagikan ke
Twitter
Bagikan ke
LinkedIn
Bagikan ke
Google+
Potensi UMKM & Koperasi
Potensi UMKM & Koperasi
Potensi UMKM & Koperasi,

Potensi UMKM untuk "Go International" Tinggi Seberapa sih pengetahuan kita mengenai UMKM dan koperasi itu ? tahukah kalian bahwa di negara kita ini keberadaan usaha-usaha kecil menengah tersebut sangatlah krusial sekali , mereka menjadi tolak ukur perekonomian di negara ini. Pasang surutnya selalu bisa kita rasakan. Saya menjadi tertarik pada pembuatan tulisan kali ini untuk mengetahui apa saja potensi-potensi yang dimiliki UMKM & Koperasi di tengah dewasa ini ? mari kita bahas bersama.

Potensi UMKM & Koperasi menurut sedikit pengetahuan saya memiliki tingkat ketahanan berbisnis yang sebetulnya lebih bik dari para pesaing-pesaingnya. Organisasi ini menjadi alternative masyarakat ketika sesuatu terjadi dipasaran secara tiba-tiba , maksudnya missal saja ketika harga obat-obatan di pasar yang dijual oleh pesaing bisnis UMKM & koperasi melonjak naik justru organisasi ini akan bertahan dan smakin diminati masyarakat sebab msyarakat golongan menengah bawah masih bisa membeli jamu tradisional yang bisa mereka dapatkan di perkoperasian.

Koperasi itu memiliki nilai-nilai menolong diri sendiri, bertanggung jawab kepada diri sendiri dan bersolidaritas. Pelaksanaan nilai-nilai koperasi ini berpedoman pada tujuh prinsip koperasi, yaitu keanggotaan yang bersifat terbuka, pengelolaan yang bersifat demokratis, partisipasi anggota dalam ekonomi, kebebasan dan otonomi, pendidikan, pelatihan dan informasi, kerjasama antar koperasi dan kepedulian terhadap masyarakat. Nilai dan prinsip-prinsip koperasi tersebut merupakan potensi koperasi untuk maju dan mampu membantu anggotanya dalam meningkatkan kesejahteraan melalui upaya kolektif yang produktif, efektif dan efisien serta berkelanjutan.

Sebagai organisasi sosial-ekonomi, koperasi memiliki karakteristik yang sesuai untuk dapat mengelola berbagai potensi yang dimiliki Indonesia secara lebih optimal, baik keragaman sumber daya alam hayati maupun keragaman sosial-budaya. Peran koperasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan usaha kolektif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan produksi, pengolahan dan pemasaran. Koperasi juga berperan untuk meningkatkan efisiensi kolektif anggotanya, baik yang berstatus sebagai produsen maupun konsumen. Efisiensi dan efektivitas usaha anggota koperasi dapat dicapai karena pemasaran, pembelian, input produksi, pemanfaatan modal (simpan pinjam), dan pengadaan serta penggunaan fasilitas usaha dilakukan secara bersama. Kebersamaan ini itu akan mengurangi resiko persaingan di antara anggotanya dan menghasilkan manfaat yang adil.

Saya menyarankan ke depan, koperasi masih perlu difasilitasi untuk terlibat aktif dalam rantai pasok dengan melibatkan sebanyak-banyaknya anggota. Koperasi tidak saja berperan sebagai faktor pencipta produktivitas dan nilai tambah bagi produk anggotanya, namun juga menjalankan fungsi antara berbagai sektor. Fungsi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut oleh koperasi melalui penyediaan jasa-jasa usaha (penyimpanan, pengendalian mutu, pengemasan, pengangkutan, sarana pemasaran, dll.). Pada saat yang sama, kapasitas koperasi untuk meningkatkan kualitas penghidupan anggota koperasi, sekaligus memperkuat modal sosial di masyarakat, perlu diperkuat. Hal ini dapat diwujudkan melalui layanan koperasi di bidang pendidikan, pelatihan, kesehatan, pengadaaan perumahan dan fasilitas lainnya. Seiring dengan globalisasi, peran koperasi juga dibutuhkan sebagai usaha bersama bagi UMKM di Indonesia dalam menghadapi persaingan yang semakin intensif. Melalui koperasi, UMKM dapat mengembangkan berbagai produk unggulan dengan skala volume dan kualitas yang memadai. Kelembagaan dan usaha koperasi juga diperkuat dengan rencana perbaikan peraturan perundangan.

Potensi UMKM ditunjukkan oleh perannya sebagai sumber pendapatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan barang dan jasa domestik, penciptaan lapangan pekerjaan, serta peningkatan nilai tambah yang berdampak pada penurunan angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi. Secara ringkas potensi UMKM ke depan dapat dipengaruhi oleh sisi internal dari UMKM dan eksternal (lingkungan)

Potensi internalnya yakni seperti Jumlah UMKM yang besar merupakan modal dasar untuk berkontribusi lebih besar dalam perekonomian. Struktur dan karakteristik organisasi, usaha dan pengelolaan UMKM yang cukup fleksibel memberi kemudahan untuk menyesuaikan dengan perubahan kapasitasnya, serta perubahan pasar dan perekonomian. UMKM menghasilkan produk dan jasa dengan harga yang terjangkau masyarakat, sehingga berkontribusi dalam penguatan pasar domestik, khususnya dalam penyediaan barang dan jasa yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Produk-produk UMKM sebagian besar memiliki kaitan yang kuat dengan sumber daya dan budaya lokal, serta pengetahuan, keterampilan tangan dan pola kerja yang diwariskan secara turun-temurun. Penggunaan sumber daya lokal mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor dan Jumlah UMKM yang besar merupakan potensi untuk pengembangan keterkaitan usaha dalam skema rantai nilai dan rantai pasok sehingga efisiensi sistem produksi dan pemasaran dapat ditingkatkan.

Potensi eksternalnya yakni kemudahan mendirikan usaha secara informal di Indonesia, khususnya pada skala mikro, menjadikan potensi penumbuhan wirausaha baru dan UMKM sangat besar. Indonesia juga digolongkan sebagai negara yang paling kondusif untuk memulai usaha (lebih tinggi dari Amerika, Kanada, India, dan Australia serta 19 negara lain) berdasarkan tentang tingkat kreativitas/inovasi, tingkat kesulitan memulai usaha, latar belakang orang yang memulai usaha, dan kemudahan untuk menerapkan ide menjadi bisnis. Kemudahan untuk mendirikan usaha juga didukung dengan ketersediaan sumber daya alam dan skala permintaan yang besar (populasi penduduk yang besar), meskipun tingkat kreativitas dalam pemanfaatan sumber daya alam dan potensi permintaan pasar tersebut berbeda antar wilayah Kebijakan pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan pemangku kepentingan lainnya memungkinkan UMKM terus berkembang dan peningkatan penduduk usia produktif, yang disertai pendidikan dan keterampilan yang lebih tinggi, menjadi sumber tenaga kerja terampil dan penumbuhan pengusaha dengan kapasitas yang lebih baik.

Potensi pengembangan Aplikasi UMKM dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa ke depan juga semakin besar dengan adanya transformasi perekonomian yang semula bergantung pada sumber daya alam dan kemudian bergerak ke perekonomian yang berbasis ilmu pengetahuan. Transformasi ini membuka peluang yang lebih besar untuk UMKM yang mengandalkan produk berbasis keterampilan dan budaya lokal, serta generasi muda terdidik untuk mendirikan usaha-usaha baru berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Transformasi ini berwujud dalam pengembangan ekonomi kreatif berdasarkan penggunaan kreativitas dan modal intelektual sebagai input utama.

Ke depan, Pelatihan Manajemen Untuk UMKM industri kreatif dianggap sangat potensial untuk diperkuat dan mempunyai prospek yang cerah untuk berkontribusi pada penyediaan lapangan kerja yang berkualitas dan berpotensi ekspor yan besar. Jadi seperti itulah sedikit gambaran mengenai potensi yang banyak terdapat dalam UMKM & koperasi. saya mengharapkan ini bisa menjadi pendorong suatu pengembangan yang bisa dimaksimalkan lagi ke depannya demi keberlangsungan perekonomian kita.

Baca juga :

0
0
0
0
0
Komentar
PILIHAN TERBAIK UNTUK DIBACA
Likes Fourlook from Facebook