Sumber: youtube.com

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan kisah Negeri 1001 malam, bukan? Kumpulan cerita anak, mulai dari Abu Nawas, Aladdin dan masih banyak lagi lainnya yang memiliki latar Jazirah Arab ini sudah dikenal sejak dahulu. Bahkan, kepopulerannya sampai merambah ke seluruh pelosok dunia., lho.

By the way, mengapa sih kumpulan cerita yang kental dengan nuansa Islam itu diberi nama 1001 Malam? Begini sejarahnya!

1Asal Mula Nama 1001 Malam

Sumber: thelistenersclub.com

Konon di suatu zaman, ada seorang Ratu bernama Sassanid atau yang biasa dipanggil dengan Scheherazade. Ia kerap menceritakan kisah menarik kepada suaminya, Raja Shahryar yang menjatuhkan hukuman mati untuk dirinya. Nah, untuk menunda hukuman tersebut, Sang Ratu membacakan cerita-cerita itu dalam waktu seribu satu malam.

Selama mendongeng, sang istri selalu mengakhirinya dengan kisah yang menegangkan. Alhasil, raja selalu mengguhkan hukuman mati terhadap Scheherazade. Mulai dari sanalah akhirnya istilah 1001 malam mulai populer.

2Mengumpulkan kisah tradisional di Zaman Abbasiyah

Sumber: khazanah.republika.co.id

Usai cerita Scheherazade menyebar, akhirnya pada abad ke-8 di masa Khalifah Abbasiyah, cerita-cerita tradisional mulai dikumpulkan. Karena daerah kekuasaannya kerap disinggahi oleh pedagang-pedagang dari Cina, India, Afrika hingga Eropa, maka para sastrawan pun menghimpun cerita dari berbagai bangsa tersebut.

3Diterjemahkan ke Bahasa Arab

Sumber: www.jendelasastra.com

Di abad ke-9, Abu Abd-Allah Muhammad el-Gahshigar mulai menterjemahkan kumpulan cerita dari abad yang lalu itu ke dalam Bahasa Arab. Sementara kisah tentang Scheherazade sendiri mulai ditambahkan pada abad ke-14. Untuk pertama kalinya, cerita modern 1001 Malam yang sudah dikemas itu diterbitkan di Kairo pada tahun 1835.

4Gabungan tiga rumpun

Sumber: www.republika.co.id

Kumpulan cerita 1001 malam tak hanya menyuguhkan kisah humor segar, namun juga percintaan, tragedi, ejekan, erotika, hingga syair dari tiga bangsa, yakni Persia, India dan Arab. Dari ragam cerita inilah, jin, dan tukang sihir pertama kali dilukiskan layaknya sesungguhnya.

5Versi 1001 Malam

Sumber: cericerichan.blogspot.co.id

Setelah populer dan diterbitkan di berbagai dunia, muncullah beragam versi dari 1001 malam. Salah satunya adalah Tales from The Thousand and One Nights oleh NJ Dawood dan Wlliam Harvey. Kemudian The Arabian Nights yang diterjemahkan oleh sarjana Perancis bernama Jean Antonie Galland.

Galland sendiri mengaku bila kerap mendengarkan cerita-cerita hikayat 1001 dari pendongeng asal Aleppo, Hanna Diab.  Dari dirinya lah kemudian kisah dari Timur Tengah itu banyak diangkat ke layar lebar.

Sumbangsih besar peradaban Islam ini kemudian mulai menyebar ke seluruh dunia dan dinikmati oleh anak-anak hingga kini. (ind/flk)

Source: Wikipedia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here