Sumber : www.inovasee.com

Bagi anak perantau, hadirnya bulan ramadhan setiap tahunnya akan memberikan kesan tersendiri. Kesan yang biasanya dialami kebanyakan orang dijalani dengan kekhusyuan dan kegembiraan karena bisa kumpul bersama keluarga, bagi perantau malah mungkin akan menimbulkan kegalauan tersendiri. Banyak hal-hal yang kurang mengenakan saat bulan puasa bagi anak perantau, berikut ini mungkin beberapa diantaranya.

5Buka dan Sahur Sendiri

Sumber : akuwesrapopo.blogspot.com

Buat perantau yang ngekos atau ngontrak sendiri, hal ini pasti dialami. Saat buka dan sahur bagi kebanyakan orang dijalani dengan santap makanan bersama, si anak perantau menjalaninua sendirian. Untuk menghibur biasanya makan dengan teman-teman, namun tetap saja kerinduan akan menjalani bulan ramadhan dengan keluarga akan menghinggapi pikiran.

4Telat Sahur

Sumber : www.dzargon.com

Ini juga pasti pernah dialami anak perantau,yaitu telat sahur. Kalau saat tinggal bersama orang tua, ada mereka yang selalu membangunkan kita untuk segera sahur, maka sekarang hanya jam alarm yang membangunkan. Itupun kalau kebangun. Kalau tidak, ya bablas menjalani puasa tanpa sahur. Duh kasihan ya?

3Cuma Makan Mi Instan

Sumber : www.wowmenariknya.com

Karena di perantauan segalanya harus sendiri, maka di bulan puasa pun harus tetap irit. Saat orang lain menjalani buka puasa dan sahur dengan beraneka ragam makanan dan minuman bersama keluarga, mala si anak perantau tetap berusaha irit pengeluaran. Terpaksa   beberapa kali harus sahur dan buka puasa dengan semangkok mie instant atau denga sepotong roti dan teh manis.

2Hunting Buka Puasa Gratis

Sumber : www.beritajatim.com

Hal lain yang cukup menghibur bagi anak perantau saat ramadhan adalah momen saat bisa buka puasa gratis. Biasanya buka puasa bersama dilakukan di masjid yang cukup besar. Mendapatkan menu buka puasa dan makan nasi plus lauknya itu suatu keberkahan banget dan akan sangat disyukuri oleh anak perantau.

1Saat Idul Fitri Adalah Momen Yang Merindukan

Sumber : www.prasetya.ub.ac.id

Saat Idul Fitri adalah saat yang paling “menyakitkan” bagi anak perantau. Saat orang lain pulang kampung dan hari itu penuh dengan kebahagiaan bersama keluarga dan handai taulan, maka buat anak perantau harus memendam rindu berkumpul bersama keluarga tersebut. Lantaran nggak punya cukup uang buat mudik, akhirnya lebaran hanya bisa telepon keluarga dan mengucapkan permintaan maaf karena tidak bisa pulang.

Itulah 5 hal yang  harus dialami seorang anak perantau saat di bulan Ramadhan. Semoga buat anak perantau akan tetap sabar menjalani kehidupannya ya ?.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here