Sumber: io9.gizmodo.com

Seperti yang diriwayatkan dalam kitab sejarah Al-Bidayah wan Nihayah jika Allah menisbatkan manusia di muka bumi melalui ketiga anak Nuh As, yakni Yafeth, Sam, dan Ham. Ketiganya kemudian bermigrasi menyebar ke seluruh dunia yang menjadikan manusia semakin bertambah dan memiliki ciri sesuai dengan bangsanya sendiri-sendiri.

Nabi Nuh AS selalu berdoa bila ketiga putranya menurunkan manusia-manusia yang berperan penting dalam perkembangan peradaban. Begitu pula dengan anak ketiganya, yakni Ham. Menurut Ibnu Thabari, Ham yang menikah dengan Nahlab memiliki empat orang anak, yakni Kush, Put, Kanaan dan Qibthiy.

Kemudian keempatnya mulai meneruskan keturunan dengan ciri khas kulit berwarna gelap yang menjadikannya sebagai hamba atau pengikut dari keturunan Yafeth serta Sam.

1Qibthiy

Sumber: www.osiristours.com

Bangsa Qibthiy atau disebut dengan Mishraim merupakan kaum Koptik serta Barbar. Mereka juga mendiami wilayah Mesir hingga terbentuklah bangsa Qibthiy Mesir.

2Kanaan

Sumber: TribalPictures.org

Kanaan memiliki sitri bernama Arsal. Dari anak ketiga Ham ini lah melahirkan orang-orang berkulit gelap, seperti negro, Fezzan, Zanj, Zaghawah, Fezzan. Mereka mendiami daerah Afrika Selatan.

3Put

Sumber: en.wikipedia.org

Menurut kisah, Put memiliki istri bernama Bakht binti Batawil. Ia bersama keturunannya kemudian membaur bersama keturunan Kush, yakni Hind dan Sind yang tinggal di India.

4Kush

Sumber: deccanchronicle.com

Dari Kush dan istrinya Qarnabil turunlah bangsa Hind dan Sind. Saat ini mereka dikenal sebagai penduduk yang menetap di India. Nabi Nuh memang pernah berdoa agar keturunan Ham dijadikan sebagai hamba atau pengikut dari Yafeth dan Sam. Namun di usia Nabi yang telah lanjut, ia berdoa agar keturunan Kush menjadi raja-raja untuk melayani kakeknya.

Jadilah di India banyak lahir raja-raja kuat yang pernah berjaya di masanya. Sementara Penduduk Barqah dulunya dikenal sebagai bangsa Zawilah, cucu Kush.

Selain Adam, Nabi Nuh AS diberikan karunia oleh Allah SWT untuk meneruskan keturunan yang akan menjadi penerus di masa yang akan datang. Kita sebenarnya bersaudara dari Nuh dan Adam. (ind/flk)

Source: Zulfanafdhilla.com, Kompasiana, Wikpedia.com

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here