Sumber: wc2018ru.xyz

Awalnya Uruguay diharapkan bisa tampil dengan sempurna pada babak Final Piala Dunia 2018. Namun akhirnya Perancislah yang terbukti memiliki pertahanan kuat dan bisa menangkal setiap bola yang datang.

Tentu saja hal ini jadi tanda tanya besar bagi para penggemar. Diketahui bila selama ini Uruguay punya benteng yang kuat dan digadang-gadang bisa menampilkan performa terbaiknya. Mengapa sekarang bisa demikian?

1Pemain pengganti tak seimbang

Sumber: mfanews.net

Setelah mencetak dua gol dalam kemenangannya melawan Portugal, Edinson Cavani harus rela tidak meneruskan pertandingan lantaran cedera pada betis. Posisinya digantikan oleh Christian Stuani. Namun sepertinya hal tersebut justru tak bisa membantu tim untuk membobol gawang lawan.

Selama ini, Cavani telah mencetak 42 gol dalam laga internasional. Tanpa sosoknya, Uruguay kehilangan lebih dari 30% kekuatan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Perancis. Tolisso digantikan oleh Blaise Matuidi. Kemudian ditangguhkan lagi oleh beberapa pemain, yakni Steven N’Zonzi, Ousmane Dembele dan Nabil Fekir. Mengetahui hal tersebut akhirnya Tabarez pun mengaku pasrah.

2Kurang cepat dan perencanaan matang

Sumber: www.independent.co.uk

Perancis memimpin pada lima menit sebelum babak pertama. Pemain tengah Uruguay, Rodrigo Bentacur melepaskan tendangan bebas dari arah kanan. Kemudian Antoine Griezman melangkah sebelum akhirnya menendang bola dengan kaki kirinya. Lantas menemukan Varane yang menyundul bola ke pojok bawah gawang Uruguay.

Dua hal yang disoroti dari permainan Perancis melawan Uruguay adalah soal persiapan keduanya dalam menggiring bola. Uruguay dinilai kurang perencaan matang dalam mengatur siasat. Griezman justru menggiring dengan perlahan dan terlalu datar. Di saat yang bersamaan sejumlah penyerang Perancis sudah siap menghadang dan menyerang.

3Menyiakan kesempatan pinalti

Sumber: www.dnaindia.com

Tepat setelah Perancis memimpin, Uruguay nyaris menyetarakan posisinya. Kesempatan datang saat Uruguay melakukan tendangan pinalti. Namun sayangnya bola berhasil disundul oleh Caceres hingga akhirnya jatuh di sebelah kanan kiper, Hugo Loris.

Loris melakukan penyelamatan yang baik dan membuat pemain Uruguay seperti menendang bola ke udara. Ia juga berhasil menangkap bola yang diantarkan oleh Kapten lawannya. Jika Uruguay berhasil menyamakan kedudukan setelah tertinggal maka hasilnya tentu akan berbeda.

Dalam setiap pertandingan tentu ada yang menang dan kalah. Hal yang tak perlu disesali jika mengalami kekalahan sebab ini adalah kompetisi yang bisa diulang. (ind/flk)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here