Sumber: Nuevaya

Gak akan ada habisnya kalau berbicara tentang film porno. Karena seiring berjalannya waktu, film porno semakin banyak beredar dengan berbagai sub genre yang baru. Mungkin kamu sudah akrab dengan genre film porno seperti interracial, gangbang, milf, creampie, jav, mature, hingga BDSM. Namun tahu gak kamu, kalau sekarang ada juga genre film porno yang menjijikkan? Kalau belum tahu, langsung saja simak yang berikut ini.

1Hirsutisme

Sumber: MeraMuda

Tahu apa itu Hirsutisme? Pada dasarnya Hirsutisme adalah wanita yang memiliki bulu berlebih di badannya. Mungkin kamu akan jijik melihat para penderita Hirsutisme, namun lain halnya dalam film porno. Karena penderita justru bisa menjadi primadona dalam film porno. Sebelum melakoni adegan porno, beberapa diantaranya ada yang mencukur terlebih dahulu bulu di beberapa bagian tubuhnya, namun ada yang tidak melakukannya sama sekali.

2Menstrual Porn

Sumber: ZeeNews

Pasti kamu sudah tahu maksud dari genre ini. Genre ini akan mempertontonkan adegan pria dengan wanita yang masih dalam masa menstruasi. Fokus dari film porno genre ini adalah darah yang keluar dari kemaulan si wanita.

3Milking

Sumber: Borealis

Yah, milking adalah genre film porno yang berisi tentang wanita yang memerah ASI-nya. Tentu saja para pemeran film ini adalah wanita yang masih dalam masa-masa menyusui.

4Felching

Sumber: RedBubble

Ini bisa dibilang genre paling menjijikkan dalam film porno. Bagaiman tidak, pemain wanita diminta untuk meminum cairan sperma lawan mainnya dengan sedotan. Namun dalam felching si pemeran pria diminta untuk memuntahkan spermanya di anal lawan mainnya. Bisa dibayangkan, menyedot sperma langsung yang ditumpahkan di anal. Bagaimana kalau ada kotoran yang ikut tertelan? Sungguh menjijikkan.

5Bukkake

Sumber: Rozcestnik

Dalam genre film ini hanya akan melibatkan satu pemeran wanita dan beberapa pemeran pria sekaligus. Setelah melakukan adegan ranjang secara bergantian, para pemain pria akan berejakulasi secara bersamaan dan memuntahkan cairan sperma mereka ke tubuh pemeran wanita. Bisa dibayangkan bagaimana jijiknya genre ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here