Sumber: earth-chronicles.com

Suhu dingin yang beberapa hari ini menyelimuti beberapa wilayah di Indonesia ternyata memang dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin. Sudah dijelaskan oleh BMKG dan Lapan bila kondisi ini memang wajar saja terjadi karena wilayah kita sedang berada di puncak musim kemarau.

Namun kemarin kabar beredar bahwa keadaan ini disebabkan oleh aphelion. Terdengar asing di telinga ya? Tapi apa sih sebenarnya istilah itu?

1Bumi berada di posisi aphelion

Sumber: en.wikipedia.org

Dikabarkan bila pada 6 Juli 2018 merupakan titik di mana posisi planet kita sedang berada jauh dari matahari. Hal inilah yang dalam istilah astronomi disebut dengan aphelion.

Bentuk orbit Bumi bukanlah bulat sempurna melainkan elips. Itulah sebabnya, ada kalanya berada di posisi jauh ataupun dekat. Sementara kebalikan dari aphelion adalah perihelion.

2Aphelion di Indonesia

Sumber: bobo.grid.id

Dampak dari fenomena ini adalah kondisi beberapa wilayah di Bumi akan mengalami suhu yang dingin drastis. Sementara di Indonesia, puncak aphelion terjadi pada 6 Juli 2018, tengah malam.

Nah karena di Indonesia terjadinya pada tengah malam, maka kita tak bisa melihatnya. Namun teman-teman yang ada di Amerika Serikat bisa ngerasain.

3Ukuran Matahari jadi lebih kecil

Sumber: inibaru.id

Karena posisi Bumi yang berada jauh dari Matahari, nggak lantas akan membuat ukuran bintang raksasa itu jadi kecil. Perbedaannya begitu terasa, sebab kenyataannya jarak bumi ke Matahari saat aphelion hanya berubah sekitar 3 persen saja. Jadi, tetap saja akan terlihat seperti hari-hari biasanya, guys.

Kendati ini merupakan fenomena alam yang melibatkan planet kita, tapi aphelion nggak berbahaya kok bagi kelangsungan makhluk hidup di Bumi. Hanya saja suhunya emang nggak seperti biasanya. (ind/flk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here