Sumber: www.shutterstock.com

Mungkin kamu pernah menjumpai bahwa ada seseorang yang sering berbicara blak-blakan mengenai kehidupan seksualnya, baik melalui sosial media atau bahkan mungkin langsung melalui cerita. Orang-orang seperti itu biasanya sering disebut dengan bragging, alias tukang pamer, namun pada kenyataannya dia sendiri tidak memiliki kehidupan seksual yang lebih baik. Namun benarkah orang-orang seperti itu hanya pembual atau pembohong?

Psikolog dan sexpert Elizabeth Santosa mengungkapkan bahwasanya tidak semua orang yang membicarakan soal kehidupan seksualnya dianggap sebagai pembual. Karena ada juga orang yang melakukan hal itu dengan tujuan menginspirasi orang lain.

Sumber: www.kaskus.co.id

“Jadi ada dua sudut pandang yang tercipta saat seseorang menceritakan kehidupan seksualnya. Pertama ada yang menganggap hal itu sebagai sesuatu yang netral, namun ada juga yang menganggap bahwa itu hanya bragging. Semua tergantung dari sudut pandang orang yang menilainya,” kata Elizabeth.

Meskipun menjadi suatu hal yang tabu, namun ternyata bragging mengenai kehidupan seksual bukanlah suatu gangguan kejiwaan. Hal itu biasanya terjadi kepada orang yang ekstrover, yang memang sering kali bicara blak-blakan apa adanya.

Lebih lanjut, Elizabeth juga mengungkapkan bahwa orang yang membual mengenai kehidupan seksnya dengan orang yang berbicara apa adanya bisa dilihat dari cara dia bercerita.

“Ketika dia berbicara dan masih bersedia mendengarkan obrolan dari lawan bicaranya, nah itu namanya ada komunikasi yang seimbang. Artinya, apa yang dia ceritakan memang benar adanya,”

“Namun ketika ada seseorang yang sering berbicara dengan bahasa-bahasa hiperbola dan juga tidak seimbang antara hal yang buruk dengan hal yang baik, nah itu mungkin dia sedang bragging. Ketika lawan berbicaranya mau ngomong dan dia langsung menimpali, sudah jelas bahwa dia itu bragging. Karena disitu tidak terjadi komunikasi yang sehat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here