Sumber: Grid.ID

Di negara yang menganut budaya timur seperti Indonesia, pornografi tentunya adalah hal yang sangat tabu dan dilarang. Karena pornogarfi dinilai tidak sesuai dengan norma yang ada di masyarakat dan juga melanggar aturan agama. Selain itu, menurut penelitian pornografi juga memiliki banyak dampak negatif bagi para pecandunya, mulai dari dampak untuk kesehatan hingga lingkungan sosial. Oleh sebab itu pemerintah Indonesia telah memblokir semua konten yang mengandung unsur pornografi.

Akan tetapi hal itu dinilai tak efektif untuk mencegah peredaran pornografi di Indonesia, karena masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuka blokir konten porno di internet. Oleh sebab itu, kini disebutkan bahwa dampak pornogarfi di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Lantas seberapa beresiko konten pornografi saat ini? Untuk menemukan jawaban tersebut, simak ulasan yang berikut ini.

1Para Peneliti Terus Berusaha Mencari Alat Penyaring yang Efektif untuk Membatasi Konten Porno

Sumber: Younews

Mudahnya para pengguna dunia maya untuk menembus konten porno membuat para peneliti terus berusaha mencari alat penyaring yang paling efektif untuk membatasi peredaran film porno. Akan tetapi mereka juga harus dihadapkan pada suatu dilema, di mana tak menutup kemungkinan alat penyaringan tersebut turut membatasi informasi mengenai kesehatan dan hubungan seksual yang sangat dibutuhkan oleh para remaja.

2Studi yang Melibatkan 20.000 Anak Laki-Laki dan Perempuan Berusia 11-16 Tahun Mengahsilkan Informasi yang Tak Terduga

Sumber: Videoadvertisingnews

Berdasarkan survey diterbitkan dalam Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, hampir separuh dari mereka mengakui bahwa telah dipasang alat filter konten di komputer rumah mereka. Akan tetapi mereka juga mengakui masih bisa melihat film porno dengan jumlah yang tak jauh berbeda dengan mereka yang tak memiliki alat penyaring konten di komputer.

3Dari pada Mengembangkan Alat Penyaring Konten, Melatih Sikap Tanggung Jawab dan Membentuk Moral Anak Akan Lebih Efektif

Sumber: GettyImages

Dengan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pengembangan alat penyaring konten masih belum sepenuhnya efektif. Oleh sebab itu, cara yang lebih masuk akal adalah dengan melatih sikap tanggung jawab dan membentuk moral anak untuk menjadi lebih baik. Karena dengan melakukan hal tersebut seorang anak atau remaja akan mampu menahan diri mereka untuk tak mengakses konten porno di internet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here