Sumkber: youtube.com

Nampaknya kehidupan suku primitif di pedalaman papua menarik perhatian beberapa jurnalis dan wisatawan asing. Mayoritas dari mereka tertarik untuk mengetahui lebih jauh bagaimana kehidupan suku yang tinggal di pedalaman hutan belantara Papua tersebut, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Layaknya manusia prasejarah, suku yang jauh dari peradaban modern ini memilih untuk hidup secara berpindah-pindah atau nomaden, persis layaknya manusia di zaman prasejarah.

Sementara itu, baru-baru ini ada wisatawan asing asal Belanda yang dikabarkan masuk ke pedalaman Papua demi bertemu dengan mereka. Wisatawan itu datang bersama dengan anak dan istrinya, yang memiliki paras cantik. Mereka juga mengajak penerjemah yang bertugas untuk membantu mereka memahami bahasa dari para suku primitif tersebut.

Sumber: travelingyuk.com

Dalam percakapannya, kepala suku primitif itu menceritakan kehidupan sehari-hari mereka, yang tentunya jauh dari sentuhan modernisasi dunia. Mereka juga dengan senang hati menyambut kunjungan wisatawan dan penerjemah itu, mereka juga menganggapnya sebagai bagian dari keluarga.

Dalam video yang diunggah di Youtube, nampak bahwa wisatawan asing itu terlihat menikmati kehidupan mereka di pedalaman hutan belantara dengan berbaur bersama suku primitif tersebut. Mereka juga menggunakan pakaian layaknya suku primitif, di mana mereka hanya menggunakan pakaian seperti koteka yang hanya menutupi bagian alat kelamin saja. Hal itu pun jelas membuat bagian atas tubuh bule cantik itu terlihat dengan jelas.

Sumber: youtube.com

Tak hanya bercengkrama dan menari, wisatawan itu juga mengerjakan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh suku primitif, seperti halnya membuat sagu sebagai bahan makanan pokok. Meskipun jauh dari peradaban, namun suku primitif tersebut mengaku mereka belum pernah melakukan kanibalisme, alias memakan manusia.

Bahkan sang ketua suku sempat merasa tersinggung ketika penerjemah itu menanyakan apakah mereka pernah memakan manusia sebelumnya.

“Apa maksud kamu bertanya seperti itu? Belum pernah (memakan manusia), namun orang tua saya telah membunuh banyak orang,” kata sang ketua suku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here