Sumber: ardiankusuma.com

Sampai ke Pulau Jawa belum lengkap rasanya kalau nggak mencicipi jajanan cilok. Cilok berasal dari kata Aci yang artinya kanji. Dan Lok yang berarti dicolok. Seiring bertambahnya tahun, kuliner ini udah nggak lagi berupa kanji, melainkan dikombinasikan dengan daging sapi atau ayam sehingga citarasanya makin oke.

Nah, kalau kamu datang ke Yogyakarta tepatnya Alun-alun Selatan coba deh untuk merapat ke gerobak cilok gajahan. Camilan khas yang dilmuri dengan saus kacang dan kecap ini punya ratusan pembeli setiap harinya.

Penasaran kan fakta apa di balik larisnya Cilok Gajahan di Yogyakarta ini? Let’s check this out!

1Mengapa bernama Cilok Gajahan?

Sumber: www.youtube.com

Kamu pasti ngiranya besarnya cilok segajah bukan? Tapi ternyata nggak guys. Nama tersebut diambil dari lokasi berjualannya. Dulunya, Alun – alun Selatan Yogyakarta adalah daerah kandang Gajah milik Keratonan. Itulah sebabnya, sang pemilik Syahrul menamainya demikian.

2Membuka cabang di rumah

Sumber: rahmatnur.net

Antrian panjang dari para pembeli cilok tentu kadang bikin calon pembeli kecewa karena kehabisan. Tapi tenang saja, kamu masih bisa membeli di rumah Bapak Sayahrul yang terletak di Kampung Kadipaten Kulon KP 1, Nomor 270, RT 16/RW 02, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Keraton.

3Habiskan 30 – 50 kg cilok per hari

Sumber: foody.id

Sebelum seramai sekarang, Syahrul hanya menghabiskan dua kilogram tepung tapioka untuk sehari berjualan. Namun kini sejak jajanannya dikenal luas, ia bahkan harus menyediakan 30 hingga 50 kg per hari dan semuanya ludes dalam waktu sekejap, gengs.

4Murah meriah

Sumber: foody.id

Jika biasanya harga satu buah cilok dijual dengan harga 500 rupiah. Maka lain halnya dengan cilok gajahan. Satu buahnya dijual dengan harga 250 rupiah. Harga murah meriah itulah yang mengundang banyak pelanggan dari berbagai daerah. Seperti dikatakan oleh Syahrul bila omzet harian bisa mencapai 1,5 juta rupiah.

5Sambal spesial

Sumber: www.bulaksumurugm.com

Cilok kurang lengkap bila tanpa sambal. Selain rasa pentolnya yang ciamik, Syahrul juga meracik sambal secara khusus. Terbuat dari cabai rawit segar, bawang putih, bawang merah dan dikombinasikan dengan rempah-rempah lainnya, maka jadilah sambal spesial. Asli bakal memanjakan lidahmu banget.

6Menjaga kualitas

Sumber: www.optidaily.com

Syahrul sudah membuka bisnis ciloknya sejak tahun 90an. Saat itu jajanan ini masih belum sehits sekarang. Jadi dia hanya menjajakannya ke sekolah-sekolah saja. Dalam kurun waktu puluhan tahun itu, rasa cilok dan bumbu sambalnya nggak pernah berubah.

Ia mengaku benar-benar menjaga kualitasnya rasa. Tujuannya hanya satu, yakni agar pelanggan tetap mencintai cilok racikannya. Nggak ayal kalau jajanan ini benar-benar gurih, kenyal dan lumer di mulut.

7Belinya harus antri

Sumber: ardiankusuma.com

Udah nggak dipungkiri lagi kalau Cilok Gajahan jadi primadona jajanan di Yogyakarta. Namanya bahkan sampai terdengar ke seluruh Indonesia karena udah sering banget diwartakan oleh media. Oleh sebab itu, para wisatawan yang datang ke kota pelajar itu sekaligus ingin mencicipi rasa cilok milik Syahrul.

Sebelum si pedagang datang di tempat biasanya, para calon pembeli udah berdatangan. Mereka rela menunggu hingga berjam-jam demi untuk mencicipi cilok. Saking ramainya, Syahrul menyediakan nomor antrian agar pembeli lebih tertata dan nggak rebutan.

Pada penasaran kan dengan rasa Cilok Gajahan? Tunggu apalagi, yuk langsung saja berangkat ke Yogyakarta! (ind/flk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here