Sumber: telset.id

Keresahan masyarakat terhadap Tik Tok yang dinilai membawa dampak negatif akhirnya berakhir sudah. Pasalnya usai berita menghebohkan terakhir meet and greet para muser dengan harga selangit, KOMINFO resmi memblokir aplikasi tersebut.

Kalau kamu mencoba untuk mengunduhnya di Playstore, tetap bisa dilakukan. Hanya saja seluruh kontennya sudah nggak bisa dilihat. KOMINFO sendiri telah melakukan diskusi serius dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPS) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

By the way cuy, gimana ceritanya sampai Tik Tok bisa diblokir? Let’s check this out!

1Mulai populer pada tahun 2017

Sumber: bisnis.tempo.co

Sebelum Tik Tok sebenarnya ada aplikasi lain yang serupa, yakni Musically. Sejumlah pengguna awalnya menggunakan dua aplikasi tersebut untuk seru-seruan sambil lip sync. Ya, itung-itung ngilangin stres karena nyanyi pakai suara sendiri nggak mungkin banget.

Nah, si Tik Tok sendiri sudah diunggah sebanyak 1.580.000 kali oleh user di seluruh dunia. Selain media sosial lainnya yang lagi jaya-jayanya kaya’ Instagram dan Facebook, aplikasi ini masuk ke dalam jajaran paling atas.

2Warganet keluarkan petisi

Sumber: www.tribunnews.com

Bukan baru-baru ini saja warganet menyuarakan untuk memblokir Tik Tok. Sejak 12 Maret 2018 melalui situs Change.org, sebuah petisi ‘Pemblokiran Aplikasi Tik Tok’ dikeluarkan dan ditanda tangani oleh ribuan orang.

Mulai dari dikeluarkan hingga saat ini, sudah lebih dari 138.687 warganet menanda tanganinya. Keresahan ini bermula dari salah seorang pengguna yang justru menggunakan Tik Tok di depan jenazah. Sontak postingan tersebut banyak menuai kritikan karena dinilai mempermainkan ritual keagamaan.

3Mulai bermunculan artis Tik Tok

Sumber: banjarmasin.tribunnews.com

Sama halnya dengan influencer di Instagram yang naik daun, artis Tik Tok pun juga demikian. Sebelum ramai suara tentang pemblokiran Tik Tok, salah seorang selebnya yang bernama Bowo Alpenliebe tengah naik daun.

Para fans-nya yang rata-rata anak ABG banyak yang menghadiri meet and greet yang diadakan oleh salah seorang penyelenggara event. Sementara mereka yang ingin berfoto dengan sang idola ditarik HTM sebesar 80 ribu rupiah.

Nggak itu saja, fenomena meet and greet para muser ini terjadi di beberapa titik kota di Indonesia dengan harga tiket hingga mecapai 800 ribu rupiah. Sudah tentu dong hal ini menimbulkan kontra. Yang menjadi pertanyaan netizen, siapakah mereka? Mengapa penyelenggara sampai menarik hingga ratusan ribu rupiah dari para fans ABG?

4Berdampak negatif pada anak

Sumber: suara.com

Keresahan masyarakat pun semakin menjadi-jadi saat para ABG di seluruh negeri menggilai aplikasi ini hingga bermunculan rasa star syndrome dari para bintangnya. Dirjen Aptika Kominfo mengatakan jika pemblokiran aplikasi ini dikarenakan bisa memberikan dampak buruk bagi anak-anak. Bahkan PPA dan KPAI menerima laporan bila ada banyak tindak asusila, pornografi hingga pelecehan agama oleh para pengguna aplikasi Tik Tok.

5Pemblokiran Tik Tok hanya sementara

Sumber: nuansajambi.com

KOMINFO kembali menegaskan bila pemblokiran Tik Tok hanya bersifat sementara. Pihaknya juga telah mengajukan persayaratan jika ingin aplikasi tersebut bisa dibuka kembali. Ada pun syarat agar bisa kembali beroperasi dan digunakan kembali adalah membersihkan seluruh kontennya.

Layaknya Bigo yang pernah diblokir karena laporan dari masyarakat. Aplikasi tersebut sudah dibuka kembali lantaran ada pembersihan konten khusus untuk Bigo Indonesia.

Jadi gitu lho ceritanya guys kenapa masyarakat selama ini resah banget dengan aplikasi Tik Tok. Sebenarnya sih aplikasinya nggak salah. Sementara mengungkapkan kreativitas itu juga bagus banget. Tapi kenapa mesti disalah gunakan? Nah, itu PR bagi seluruh penggunanya. (ind/flk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here