Sumber: Detik

Jepang menjadi salah satu negara yang melegalkan industri pornografi, tentunya selain Amerika Serikat. Jadi tak heran, jika rumah produksi film porno di Jepang bisa menghasilkan ratusan bahkan ribuan film JAV (Japan Adult Video) setiap tahunnya. Semakin tingginya peminat JAV membuat industri pornografi di Jepang menjadi salah satu penyumbang pemasukan tertinggi untuk negara selain sektor otomotif.

Meskipun dilegalkan, namun tetap ada beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh rumah industri film porno di Jepang. Dari sekian banyak aturan yang ada, salah satunya adalah mensensor alat vital para pemainnya. Jika tidak diindahkan, semua orang yang terlibat dalam video tersebut harus siap-siap berhadapan dengan hukum.

Sumber: Twitter

Baru-baru ini mantan artis JAV ternama, Asami Tsuchiya pun harus berhadapan dengan polisi setempat. Karena dia dituduh telah menyebarkan video porno ilegal yang tak mensensor alat vital para pemainnya. Selain itu, pihak kepolisian juga dikabarkan telah menangkap Masato Suda selaku presiden rumah produksi film porno tersebut, yang berperan besar dalam mengkomersilkan video porno ilegal itu ke luar negeri.

Akan tetapi pihak kepolisian mengungkapkan bahwa keduanya membantah telah melakukan pelanggaran tersebut. Sementara polisi telah menyita perangkat komputer, pakaian tidur, dan pakaian kimono yang ada di rumah produksi film porno tersebut untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Sumber: Twitter

Selain itu, polisi juga mengungkapkan bahwa rumah produksi tersebut telah menghasilkan 50 film porno ilegal dengan total penghasilan mencapai angka 63 juta yen atau setara dengan 8,4 miliar rupiah. Sementara itu Tsuchiya sendiri adalah seorang artis porno papan atas Jepang yang memulai kariernya sejak tahun 2014 yang lalu, dan sampai saat ini dirinya sudah terlibat dalam ratusan film porno. Wajahnya pun banyak bermunculan di situs porno luar negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here