Sumber: acehnews.co

Egy Maulana Vikri tengah menjadi sorotan pecinta bola Indonesia. Setelah sukses bergabung dengan klub Polandia, Lechia Gdansk. Ia akhirnya pulang ke Indonesia khusus untuk membela Timnas U-19 Indonesia dalam Piala AFF U-19.

Bukan tanpa perjuangan, PSSI sengaja membujuk tim Egy bernaung untuk memulangkannya terlebih dahulu. Nantinya Indonesia bakal berhadapan dengan salah satu juara bertahan yakni Thailand untuk memperebutkan posisi juara.

Sebagai salah satu pemain Indonesia yang berkibar di dunia internasional, bagaimana awal perjalanan karir Egy hingga mendulang kesuksesan?

1Bakatnya ditemukan oleh seorang pengusaha

Sumber: striker.id

Sebelum tampil menawan di lapangan hijau, rupanya bakat Egy Maulana pertama kali ditemukan oleh Subagja Suhian. Ia merupakan seorang pengusaha yang memiliki kepedulian terhadap sepakbola Indonesia.

Orang yang dianggap Egy paling berjasa itu memang bukan cuma sekali dua kali menemukan bibit-bibit mudah berbakat. Sebelumnya ia bahkan pernah membawa Firman Utina, eks Kapten Timnas.

2Sempat putus asa masuk ke dunia sepakbola

sumber: bbc.com

Perjalanan karir Egy nggak semudah itu. Keluarganya mengalami keterbatasan ekonomi, sementara para pencari bakat yang datang selalu meminta uang. Sehingga orang tuanya pun memutuskan untuk mengubur mimpi sang anak dan nggak bisa lagi percaya pada janji mereka.

Namun Subagja melihat bakat Egy yang kala itu masih berusia 11 tahun di Taman Setiabudi Indah. Kedatangan sang pencari bakat nggak serta merta dipercaya. Sehingga ia harus meyakinkan kedua orang tua anak didiknya itu sampai harus menelepon Firman Utina dan Raden Isnanta, asisten Deputi Usia Muda di Kementrian Pemuda dan Olahraga.

3Masuk Sekolah Olahraga Ragunan

Sumber: krjogja.com

Usai diizinkan oleh sang orang tua, lantas Egy dibawa ke Cirebon dan dimasukkan ke Sekolah Olahraga Ragunan. Bakatnya semakin berkembang hingga dirinya mampu menembus Timnas U-14 dan bermain apik di turnamen Grassroots Indonesia U-12.

4Indra Sjafri sampai terpana

Sumber: mediamasaa.blogspot.com

Pada tahun 2012, mimpi Egy Maulana sebagai pesepak bola profesional mulai terwujud. Ia mampu mencetak gol paling banyak dalam turnamen Grassroots Indonesia U-12. Kala itu ia membela Asosiasi Sekolah Seoak Bola Indonesia (ASSBI) Sumatera Utara dengan total 10 gol sehingga membuat Indra Sjafri takjub dengan bakatnya.

Kemudian di tahun 2015, ia semakin bersinar saat mempertontonkan bakatnya di Swedia untuk ajang Gothia Cup. Ia pun dinobatkan sebagai pemain terbaik bersama ASIOP Apac Inti.

Di usianya yang ke-16 tahun, ia didapuk sebagai kapten Persab Brebes di laga Piala Soeratin 2016. Lagi-lagi ia bermain apik dengan mengantongi 19 gol. Indra Sjafri memboyong Egy ke Timnas U-19 dan langsung disejajarkan dengan pemain dunia, seperti Zinadine Zidane dan Cristiano Ronaldo kala meraih Jouer Revelation Trophee dan Toulon Turnament 2017.

5Jadi sorotan media asing

Sumber: nusantaranews.co

Di Piala AFF U-18, lagi-lagi Egy bermain spektakuler dengan memasukkan dua gol yang membuat Indonesia lebih unggul dari Myanmar. Dari sana akhirnya ia dijuluki Egy Messi dan dinobatkan sebagai 60 pemain muda berbakat oleh The Guardian, media ternama Inggris.

Dalam sebuah artikel berjudul Next Generation 2017: 60 of the best young talent in world football, Egy disejajarkan dengan pemain muda dari seluruh dunia, seperti Gianluigi Donnarumma dari AC Milan, dan Timothy Fosumensah.

Sementara Fox Asia turut mengulas sosok Egy Maulana Vikri yang diberi judul Believe the hype but be patient with Egy Maulana. Keberhasilannya semakin meruncing kala dia berhasil didapuk sebagai salah satu pemain klub Polandia, Lechia Gdansk.

Kehadiran Egy kembali di Indonesia membantu Indonesia untuk terus bertahan di Piala AFF U-19. Ia merupakan salah satu contoh anak muda berbakat Indonesia yang memiliki segudang bakat dan prestasi. Semangat terus untuk Indonesia! (ind/flk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here