Sumber: images.vexels.com

Fourlook – Kesempatan untuk menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan adalah anugrah dari الله, memberikan kita kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sebagai manusia. Puasa di bulan Ramadan juga kesempatan unik untuk berkembang secara spiritual dan mendapatkan kekuatan dan kontrol atas diri kita, ego, nafsu, ranah pemikiran primitif otomatis yang tidak kita sadaru yang cenderung mendominasi kehidupan kita.

Dengan berpuasa di bulan Ramadhan, seorang Muslim akan memiliki kesempatan yang sangat besar untuk menjadi insan yang lebih damai dan tegas secara spiritual. Kalau kita simak baik-baik, ada banyak manfaat dari berpuasa dalam kaitannya untuk perbaikan diri kita, dan berikut ada lima manfaat yang perlu kami ketahui tentang berpuasa – edisi perbaikan diri.

Meningkatkan Fokus

Sumber: www.leonlogothetis.com

Dengan tuntutan konstan dalam kehidupan modern, terlalu mudah untuk kita menjadi tersesat dan melupakan siapa diri kita, dan dengan tidak sadar melupakan tujuan dan takdir ilahi kita. Tanpa pengingat terus menerus, kita bisa menjadi tersesat dalam mimpi dunia dan menjadi terputus dari kenyataan. Puasa di Ramadan selama satu bulan penuh adalah praktik yang kuat dalam memulihkan dan memperkuat fokus, arah, keseimbangan, dan tujuan hidup kita.

Belajar Kesederhanaan

Sumber: www. selahspiritual.com

Ketika hidup tanpa disiplin dan keinginan untuk menahan diri, hidup dengan cepat berubag menjadi rumit, mengarah ke beban berat yang mengakibatkan stres, kecemasan, ketidakbahagiaan dan kesulitan yang sebenarnya tidak perlu. Dengan berpuasa di bulan Ramadhan, kita membatasi kelebihan dan kesenangan, memfasilitasi kembalinya diri dalam kesederhanaan dan ketidakterikatan, melepaskan seseorang dari ketergantungan pada dunia dan dengan demikian memberikan kontribusi pada kesehatan dan kebahagiaan psikologis, serta kesehatan dan keseimbangan dalam hidup.

Pengendalian Diri

Sumber: www.visionpt.com.au

Dunia modern dan kebudayaannya sebagian besar ditentukan oleh materialisme, konsumsi, dan kepuasan instan dari keinginan. Ini menghasilkan berkurangnya kesadaran manusia, regresi budaya dan penindasan jiwa. Namun dengan berpuasa di bulan Ramadhan, seorang Muslim secara sadar membatasi norma yang tidak sehat ini dengan secara sengaja melatih menahan diri dari sesuatu yang sia-sia dan meningkatkan disiplin diri, memisahkan dirinya dari dorongan tak sadar untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan fisik.

Meningkatkan Empati

Sumber: www.medium.com

Meskipun kita hidup di dunia yang berkelimpahan, sayangnya karena kurangnya empati, kasih sayang dan solidaritas di antara manusia sangat kurang. Ada banyak orang di seluruh dunia yang masih berjuang dengan kelaparan, kemiskinan, kekurangan dan kelangkaan. Ketika seorang Muslim berpuasa di bulan Ramadhan, dia merasakan rasa lapar yang dialami setiap hari sebagai konsekuensi normal dari keadaan banyak orang yang tidak beruntun.

Dengan berpuasa di bulan Ramadhan, kita mengembangkan kualitas empati dan kasih sayang, menjadi lebih sadar akan hubungan intrinsik dan kesatuan kita dengan semua manusia tanpa batas atau label yang menciptakan perpisahan buatan di antara warga ras manusia. Hal ini kemudian membawa kita pada kontribusi yang lebih besar dalam menghilangkan rasa mementingkan diri sendiri untuk menyayangi sesama manusia, yang merupakan salah satu alasan paling berharga untuk berpuasa di bulan Ramadhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here