Sumber: bacritkita.com

Apa yang ada dibenakmu ketika pertama kali mendengar kata janda? Tahu kan apa itu janda? Ya, janda adalah perempuan yang telah menikah kemudian ditinggal oleh suaminya, entah karena meninggal dunia atau memang disebabkan oleh perceraian. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan status janda, toh status itu sama seperti status kamu yang jomblo, sama-sama single dan tak memiliki pasangan.

Bicara soal janda, ada beberapa wilayah di Indonesia yang menyandang status sebagai kampung janda. Kamu pun pasti tahu alasannya, apa lagi kalau bukan banyaknya janda yang tinggal di sana. Gak cuma satu atau dua, ada puluhan janda yang mendiami kampung tersebut, sehingga tak salah jika disebut dengan kampung janda. Dari sekian banyak kampung janda yang ada di Indonesia, salah satunya berada di Cigombong, Bogor.

Sumber: Twitter

Kampung Panyarang di Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor memang sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat sebagai kampung janda. Kampung ini sendiri terletak di sekitar kaki Gunung Salak dan Gede Pangrango, sekitar 18 km dari pusat Kota Bogor. Berdasarkan informasi, ada banyak perempuan yang menyandang status janda di kampung ini, yang di mana usianya masih cukup muda, belasan hingga 20’an tahun.

Sumber: nulis.co.id

Ngomong-ngomong tahu gak kenapa banyak janda di sana? Sebagai kawasan pedesaan yang berada di kaki gunung, mayoritas pekerjaan para lelaki atau suami mereka adalah sebagai penambang pasir. Meskipun risikonya gak main-main dan nyawa menjadi taruhannya, namun mereka tetap menekuni profesinya sebagai penambang pasir. Tak jarang, para penambang meregang nyawa karena terkena longsoran tanah dan pasir. Sekali kejadian, biasanya akan merenggut 3-5 nyawa para penambang pasir. Bahkan dalam beberapa tahun yang terakhir, ratusan penambang pasir telah meninggal dunia karena tertimbun longsor. Dengan demikian, banyak sekali perempuan yang menjanda karena ditinggal oleh suaminya meninggal dunia. Namun ada juga yang menyandang status janda karena alasan perceraian.

Banyaknya perceraian di kampung tersebut tak lepas dari banyaknya pernikahan dini. Bahkan ketua RT setempat, Ade Suryadi mengungkapkan bahwa di kampungnya banyak wanita berusia belasan tahun yang sudah menjanda karena menikah di usia dini. Bahkan ada perempuan yang masih berusia 17 tahun namun sudah menyandang status janda dua kali.

Sumber: pixabay.com

“Di sini ada yang umur 17 tahun sudah jadi janda dua kali, 12-14 sudah pada menikah dan jadi janda. Saya saja sudah punya cucu, padahal usia masih 30 tahunan,” kata Ade.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here