Sumber: sidomi.com

Final Liga Champions Eropa memberikan sajian pertandingan yang dramatis, yang mana Liverpool FC harus mengakui kekalahan dari Real Madrid dengan skor 1-3. Dalam pertandingan tersebut terjadi beberapa drama.

Mohamed Salah, pemain andalan Liverpool harus ditarik keluar dan digantikan Adam Llana pada menit ke-31 karena cidera setelah dilanggar Sergio Ramos, kapten Real Madrid. Selain itu Bek sayap andalan Real Madrid, Danny Carvajal juga harus ditarik keluar karena cidera lamanya kambuh kembali pada menit ke-31 dan digantikan oleh Nacho Fernandez.

Beberapa faktor kekalahan Liverpool dari Real Madrid adalah sebagai berikut.

1Materi Pemain

Sumber: realmadrid.com

Materi pemain dari Real Madrid memang berada jauh di atas Liverpool. Los Galacticos memang memiliki nilai kekayaan yang sangat besar, yakni 674,5 juta euro (Rp11,01 triliun).

Sementara The Reds 424,2 juta euro (Rp6,9 triliun). Kendati demikian perbedaan materi pemain membuat Liverpool mampu memberikan perlawanan yang sengit.

2Ditariknya Mohamed Salah karena cidera

Sumber: foxsport.com

Pemain andalan Liverpool yaitu Mohamed Salah harus ditarik keluar pada menit ke-31 karena cidera bahu setelah dilanggar Sergio Ramos. Kemudian membuat Trio Firmansah menjadi pincang dan memiliki sedikit peluang mencetak gol dengan hanya memiliki total 5 tembakan selama pertandingan. Dibandingkan Real Madrid yang memiliki banyak peluang yakni 12 tembakan.

3Blunder Loris Karius

Sumber: theguardian.com

Kiper Liverpool, Loris Karius sangat disorot setelah pertandingan karena blunder-nya. Kesalahan pertama pada menit ke-51 saat akan memberikan bola kepada kepada Jordan Henderson namun mengenai kaki Karim Benzema, sehingga bola memantul ke gawangnya sendiri.

Blunder kedua Karius terjadi pada menit ke-83 saat gagal menghentikan bola tembakan Gareth Bale yang seharusnya dapat dihentikannya dengan mudah. Namun bola bergerak ke gawangnya sendiri.

Pasca pertandingan pelatih Liverpool, Juergen Klopp enggan menjadikan blunder Karius sebagai penyebab kekalahan timnya. Menurutnya yang terjadi merupakan diluar rencananya dan ia merasa timnya sudah melakukan yang terbaik, tapi lawan memang terlalu kuat. (ind/flk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here