Sumber: Nicola de Pulford/APEX

Tahun 2019 tinggal menyisakan hitungan hari, pesanan kalender tahun 2020 pun mulai mengalami peningkatan. Namun ada yang unik sekaligus ide yang ‘gila’ disuarakan oleh fotografer asal Inggris. Untuk meningkatkan penjualan kalender tahun 2020, dia membujuk para petani perempuan untuk berpose bugil untuk foto kalender.

Sumber: Nicola de Pulford/APEX

Fotografer bernama Nicola de Pulford itu pun berhasil membujuk beberapa petani wanita untuk memenuhi ide gilanya tersebut. Dia pun memotret beberapa petani wanita dengan kondisi telanjang bulat alias bugil di lokasi di peternakan, seperti di kandang kambing, di antara tumpukan jerami, hingga di samping traktor. Dalam sebuah kesempatan, Nicola mengakui bahwa konsep ini bukan yang pertama kali dia terapkan untuk foto kalender. Karena pada tahun 1999 yang lalu dia juga pernah melakukan hal yang serupa, dengan memotret wanita bugil di lahan pertanian untuk dijadikan foto kalender.

Nicola mengakui bahwa konsep tersebut terinsipirasi dari adanya bencana penyakit sapi gila yang membuat daging sapi asal Inggris di boikot di seluruh penjuru Eropa. Karena hal itu dia pun mencoba untuk membangkitkan kembali semangat para petani dengan cara mengajaknya berpose telanjang dalam pemotretan foto kalender.

Sumber: Nicola de Pulford/APEX

“Saya pikir, jika mereka tidak menginginkan produk pertanian kami, mereka bisa memiliki anak laki-laki kami. Kalender pertama hanya (berisi foto) laki-laki,” kata Nicola.

“Semua model juga dibayar, namun mereka bisanya tidak mengetahui hal ini (berpose bugil) saat mendaftarkan diri sebagai foto model. Semua toko yang kami suplai juga menghasilkan keuntungan dari kalender yang mereka jual dan kami hanya menyuplai outlet independen,” lanjutnya.

Di setiap tahun ada dua edisi kalender yang diterbitkan, yakni edisi perempuan dan laki-laki. Konsep aneh dari Nicola membuat penjualan kalender mengalami peningkatan dan mendapatkan keuntungan hingga 100 ribu pounds atau setara dengan 1,8 miliar rupiah. Untuk kalender tahun 2020 ini hasil penjualannya akan disalurkan ke yayasan Chernobyl Children’s Lifeline.

Sumber: Nicola de Pulford/APEX
Sumber: Nicola de Pulford/APEX

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here