Sumber: Bustle.com

Pernah mendengar kata BDSM atau kepanjangan dari Bondage, Discipline, Sadism, and Masochism? Bagi kamu para penikmat film porno, pasti sudah tidak asing lagi dengan kata BDSM. Namun banyak yang berpikiran bahwa BDSM adalah kegiatan seks yang sadis dan bahkan bisa dibilang tidak berperikemanusiaan, karena harus menyiksa pasangannya. Jadi bukan suatu hal yang mengherankan, bahwa banyak yang beranggapan apabila pecinta BDSM adalah orang-orang yang psikopat, keterbelakangan mental, hingga sakit jiwa.

Namun anggapan yang selama ini berkembang di masyarakat tentang BDSM tidak sepenuhnya benar. Karena berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh seorang psikolog bernama Dr.Andreas Wismeijer dan Dr.Marcel van Assen dari The Journal of Sexual Medicine pada 2013, mengungkapkan bahwa seks dengan cara BDSM adalah suatu hal yang normal. Akan tetapi hal itu dikatakan normal dengan catatan yang harus digarisbawahi, yakni kedua belah pihak sama-sama setuju untuk melakukannya.

Sumber: www.naukrinama.com/

Bagi para penyuka BDSM, mereka juga harus bisa memahami konsep Safe, Sane, and Consensual, yang tentunya sangat penting untuk diperhatikan dalam dunia BDSM. Yang pertama, safe berarti aman, yang di mana semua aktivitas BDSM tidak boleh dilakukan sampai membahayakan nyawa dari pasangannya. Kemudian sane yang berarti ‘waras’, di mana BDSM boleh saja dilakukan asalkan semuanya masih dalam batas kewajaran. Terakhir, consensual yang berarti kedua belah pihak harus saling setuju sebelum melakukan kegiatan BDSM.

Sumber: www.naukrinama.com

Dengan demikian, maka BDSM adalah kegiatan seks yang di mana kedua belah pihak harus sama-sama memiliki kesadaran dan juga tanggung jawab dalam setiap perannya masing-masing. Pada dunia BDSM, biasanya juga terdapat kata kunci yang bisa diucapkan sebagai pengendali ketika ‘permainannya’ sudah kelewat batas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here