Sumber: goal.com

Indonesia hanya satu kali berpartisipasi dalam perhelatan Piala Dunia, yakni pada 1938. Kala itu, negara kita masih menyandang nama Hindia-Belanda. Performa tidak buruk, Indonesia sebagai wakil pertama Asia setelah Jepang menolak untuk berangkat kala itu.

Namun di Piala Dunia tahun berikutnya, Indonesia tidak lagi ikut serta berlaga di kancah internasional. Bahan semakin tahun, rasanya seperti tidak mungkin negara kita untuk lolos hingga World Cup. Faktor apa yang membuatnya demikian?

1Keberadaan Australia tidak mempengaruhi

Sumber: articlebio.com

Kabar beredar bila Australia lolos hingga ke Piala Dunia, maka Indonesia berpeluang besar. Namun sebenarnya hal tersebut sama sekali tidak mempengaruhi. Justru keberadaan mereka mengurangi peluang tim nasional kita untuk berangkat ke World Cup.

Sebab jika dilihat dari segi kualitas, Australia jauh lebih di atas timnas Indonesia. Sehingga hal tersebut justru semakin berat menuju kancah internasional.

2Kurang terorganisir

Sumber: gayahidup.dreamers.id

Jepang dan Korea Selatan adalah dua negara dari Asia yang masih bertahan di laga Piala Dunia. Mereka menjadi kekuatan besar karena kualitasnya memang mumpuni dan tak diragukan lagi.

Sebagai negara yang sama-sama dari Asia, sudah sepatutnya Indonesia meniru Jepang dan Korea Selatan yang terorganisir, baik dari segi keuangan, infrasuktruktur hingga perekrutan pemain. Harusnya yang menjadi tolak ukur Indonesia adalah mereka. Apabila timnas kita mampu berada di atas dua negara tersebut, maka sudah barang tentu bisa maju ke babak World Cup.

3Susah menyamai kualitas negara Asia lainnya

Sumber: soccer.sindonews.com

Ikatan persaudaraan antara negara ASEAN terjalin cukup erat. Namun sayangnya belum ada satupun wakil Asia Tenggara yang maju ke Piala Dunia. Faktor solidaritas inilah yang membuat Indonesia susah maju ke ke World Cup.

Selain itu, kualitas negara-negara di ASEAN juga jauh di bawah negara Asia lainnya. Mereka kerap kali menjadi bulan-bulanan tim Timur Tengah maupun Asia Timur.

4Tidak pernah jadi juara AFF

Sumber: bola.okezone.com

Jangankan maju ke Piala Dunia, lolos ke putaran final Piala Asia saja tim kita susah payah. Setidaknya AFF merupakan pembanding tepat untuk Indonesia. Bisa dikatakan, di wilayah sendiri saja belum bisa unggul, bagaimana dengan kancah internasional.

Indonesia sendiri berada di peringkat 170 FIFA dan hanya unggul dari Timor Leste, Brunei Darussalam serta Kamboja.

5Stamina dan postur tubuh

Sumber: www.viva.co.id

Dalam setiap wawancara, tim Indonesia selalu mengatakan faktor stamina dan postur tubuh yang membuat susah masuk ke Piala Dunia.

Memang masuk akal, sebab saat pertandingan melawan Belanda, Andik Vermansyah kalah cepat dengan Ron Vlaar yang memiliki jangkauan panjang sehingga lebih gesit membuang bola. Namun sebenarnya alasan stamina dan postur tubuh tidak selamanya benar. Sebab jika memang mau berusaha dan niat pasti bisa berlaga di Piala Dunia.

6Krisis kepercayaan diri

Sumber: tempo.co

Pada dasarnya tim kita berpeluang mengikuti pertandingan Piala Dunia. Kualitas bisa dikejar meski dengan berlatih ekstra. Meski tim sudah percaya diri untuk menang, namun faktanya suporter kita masih menjagokan tim lainnya.

Tidak hanya suporter, bahkan pemain dan manajemen sendiri juga menjagokan negara lain ketimbang memuji tim sendiri.

Puluhan tahun Indonesia vakum di laga Piala Dunia. Perlu banyak evaluasi dan segala sesuatu yang disiapkan untuk kembali berlaga di kancah internasional mewakili Asia. Meski kemungkinannya kecil, namun tidak ada salahnya punya niat dan berharap kembali beraksi. (ind/flk)

Sumber: Kaskus.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here