Sumber: ributrukun.com

Pernah tidak kamu merasa bingung bahkan susah tidur karena memikirkan uang THR yang tak kunjung turun? Padahal lebaran sudah sebentartar lagi, sementara kamu belum membeli baju, sepatu, hingga kerudung baru. Bikin sebel, kan?

Pada akhirnya kamu pun bertanya-tanya, siapa sih yang membuat tradisi pakai baju baru saat lebaran? Ternyata kebiasaan ini tidak hanya terjadi di era modern. Sejak zaman dahulu di Indonesia sendiri hal ini sudah menjadi budaya turun temurun.

Lebaran ya baju baru. Begitu ciri khasnya. Tapi bagaimana kisahnya sampai tradisi ini ada?

1Tradisi baju baru ada sejak tahun 1500-an.

Sumber: garagebass.blogspot.com

Menggunakan baju baru saat lebaran rupanya sudah lama terjadi. Mengenai tradisi ini telah tertulis dalam buku Sejarah Nasional Indonesia oleh Marwati Djoened Poesonegoro dan Nugroho Notosusanto.

Menurut kisah, kebiasaan ini berawal pada tahun 1596 di Banten yang saat itu berada di bawah kepemimpinan kerajaan Islam. Di masa itu, masyarakat mulai mengenakan baju baru saat lebaran karena memiliki filosofi tertentu. Nah, budaya Islam yang ada pada masa kesultanan ini kemudian mengakar hingga saat ini.

2Filosofi baju baru

Sumber: hipwee.com

Hari Raya Idul Fitri merupakan kemenangan umat Islam. Menang dari hawa nafsu selama satu bulan berpuasa. Dan menjadi juara karena telah menaklukkan segala rintangan yang dilarang oleh Pencipta. Oleh sebab itu, di hari spesial itu disebut dengan hari suci dan permulaan.

Umat muslim dianjurkan untuk bersilaturahmi dan saling bermaaf-maafan sebagai bagian dari kefitrahan hati. Karena itulah baju baru disimbolkan sebagai kembali ke fitri untuk menjadi manusia yang baru dan lebih baik.

3Tradisi pukul bedug saat Hari Raya

Sumber: emonzdoank.blogspot.com

Selain baju baru, tradisi yang juga mengakar di kalangan masyarakat Indonesia adalah pemukulan bedug. Jika biasanya kegiatan ini dilakukan saat menjelang Adzan Magrib dan pemberitahuan berbuka puasa. Maka saat bedug ditabuh di Hari Raya Idul Fitri merupakan tanda dari masuknya 1 Syawal.

Menurut sejarah, dahulu penunjuk waktu hanya dimiliki oleh anggota kerajaan saja. Sementara warga menggunakan bedug sebagai penanda.

Oh, jadi begitu mengapa kini kita menyiapkan baju baru untuk lebaran. Siapa yang sudah siap menyambut Idul Fitri dengan baju baru? (ind/flk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here