Sumber: daily.jstor.org

Suara adzan yang umat muslim dengarkan hingga saat ini tak luput dari jasa seorang kulit hitam. Ia adalah Bilal bin Rabah. Kehidupannya sebagai seorang budak kemudian membawanya bertemu dengan Nabi Muhammad SAW.

Kemudian ia pun menjadi salah satu sahabat Rasulullah yang memiliki keutamaan. Tetapi, siapakah sebenarnya Bilal bn Rabah? Berikut fakta menarik tentangnya dihimpun dari berbagai sumber.

1Bilal terlahir dari keluarga budak

Sumber: www.sewarga.com

Bilal lahir dari seorang budak wanita berkulit hitam bernama Hamamah pada 43 tahun sebelum hijirah. Sementara ayahnya adalah Rabah. Ia mendapatkan julukan ibnus-Sauda’ yang berarti putra wanita hitam dan dibesarkan di Mekkah.

Namun saat ayahnya meninggal, Bilal yang awalnya milik keluarga bani Abdud-dar diwariskan pada Umayyah bin Khalaf, tokoh penting kaun kafir Quraisy.

2Kerap disika oleh sang majikan

Sumber: pintuledeng.com

Selama menjadi budak, Umayyah bin Khalaf adalah orang yang paling sering menyiksa Bilal. Pernah suatu kali ia dicambuk pada bagian punggung dan hanya bisa mengatakan, “Ahad, Ahad!” yang berarti Allah Maha Esa.

Pernah pula ia ditindih pada bagian dada dengan batu besar panas dan hanya bisa mengatakan,”ahad,Ahad!”. Seberat apa pun ia disiksa, Bilal hanya bisa berkata demikian.

3Dimerdekakan oleh Abu Bakar

Sumber: pepnews.com

Umayyah bin Khalaf sempat menaikkan harga berkali-kali lipat kepada Abu Bakar yang hendak membeli Bilal. Awalnya majikan tersebut mengira sahabat nabi tidak mampu membayar, namun Abu Bakar sanggup dan membayarnya dengan sembilan uqiyah emas.

Akhirnya, Bilal pun merdeka dan memeluk Islam setelah Ummul Mu’minin Khadijah binti Khuwailid, Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, ‘Ammar bin Yasir beserta ibunya, Sumayyah, Shuhaib ar-Rumi dan al-Miqdad bin al-Aswad.

4Orang pertama yang mengumandangkan adzan

Sumber: kisahteladan.web.id

Bilal merupakan orang pertama yang ditunjuk untuk mengumandangkan adzan. Kala itu Rasulullah baru saja selesai membangun Masjid Nabawi.

Ia memiliki kebiasaan usai mengumandangkan adzan dengan berdiri di depan pintu rumah Rasulullah sembari berkata,” Hayya ‘alashsholaati hayya ‘alashsholaati”, yang berarti “Mari melaksanakan Shalat, mari meraih keuntungan”. Usai Rasulullah keluar rumah, barulah ia melantunkan iqamat.

5Dihadiahi tombak oleh Raja Habasyah

Sumber: www.eramuslim.com

Dikisahkan Raja Habasyah menghadiahkan tiga tombak pendek kepada Rasulullah. Namun beliau hanya mengambil satu dan sisanya diberikan kepada Ali bin Abu Thalib dan Umar bin Khattab.

Tetapi suatu ketika Rasullullah memberikan tombak itu pada bilal. Sejak saat itulah, sang muadzin ini membawa senjata itu kemana –mana termasuk pada shalat id Idul Fitri dan Adha, istisqa’ (shalat memohon turun hujan) sembari menancapkannya di depan.

6Turut serta dalam Perang Badar

Sumber: grunge.com

Suatu ketika Bilal menemani Rasulullah pada perang Badar. Ia menyaksikan sendiri Allah menurunkan kuasaNya. Para pembesar Quraisy termasuk Abu Jahal dan Umayyah bin Khalaf tersungkur dihunus pedang para kaum muslimin.

7Usai kematian Rasulullah

Sumber: suluhpergerakan.co

Rasa cintanya kepada Nabi Muhammad SAW begitu mendalam. Usai kematian Rasulullah, Bilal hanya sanggupp mengumandangkan adzan selama tiga hari.

Setiap pada kalimat “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, ia menangis tersedu-sedu dan membuat para kaum muslimin turut merasa pilu. Di akhir masa hidupnya, Bilal menghabiskan waktu di Damaskus dan meninggal di sana.

Tempat terbaik untuk Bilal bin Rabah, muadzin pertama yang membuat adzan bisa terdengar hingga saat ini. (ind/flk)

Source: Islampos.com

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here