Sumber: tempo.com

Meskipun dianggap suatu hal yang tabu, namun pada kenyataannya masturbasi juga memiliki dampak positif untuk tubuh. Namun dengan catatan bahwa masturbasi dilakukan dengan benar dan tidak berlebihan. Menurut penelitian, masturbasi bisa melepaskan endorfin dan dopamin, yang di mana keduanya berfungsi sebagai neurotransmiter di dalam otak. Endorfin sendiri adalah zat kimia yang mampu meredakan rasa sakit dan menghilangkan stres, sementara dopamin adalah zat kimia yang memberikan rasa senang atau kenikmatan.

Sumber: IDNTimes

Jika demikian, masturbasi pun dianggap memiliki kesamaan dengan travelling, di mana keduanya juga mampu meningkatkan zat yang sama di dalam tubuh. Apabila demikian, lantas mana yang lebih membahagiakan dan menyenangkan, apakah masturbasi atau travelling?

Menurut seorang ahli seksolog klinis, Zoya Amirin, M.Psi, FIAS, masturbasi dan travelling memberikan sensasi yang hampir sama terhadap otak, yakni mampu untuk melepaskan stress.

Sumber: Go Dok

“Kalau dibandingkan dengan masturbasi, hampir sama, sih. Karena sama-sama (dilakukan) tanpa sentuhan kulit. Beda dengan seks yang di mana terjadi sentuhan antara kulit, pelukan, dan ada manusianya, bukan pakai sex toys, dan bukan masturbasi yang dilakukan sendiri, karena berarti ada bonding-nya. Masturbasi enggak ada bonding-nya, tapi (hanya) release sexual tension,” kata Zoya.

Oleh sebab itu, dia pun mengatakan bahwa masturbasi dan travelling adalah dua hal yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan stres dan membahagiakan dirimu. Untuk diketahui, sebenarnya endorfin juga bisa dihasilkan melalui berbagai aktivitas lainnya seperti traveling, snorkeling, diving, atau melakukan kegiatan lainnya yang memang kamu senangi. Akan tetapi perbedaannya adalah ketika melakukan hubungan intim, maka kamu tidak hanya akan mendapatkan sensasi dari endorfin, akan tetapi juga bisa menghasilkan oksitosin yang diperoleh melalui bonding antar pasangan.

“Kalau dari ukuran happiness, masturbasi dengan travel, sih, sama pemenuhannya, endorphinnya sama, tapi happiness, kan sangat personal. Happiness itu bisa me-release endorphin dalam tubuh. Mungkin (traveling) enggak release tension secara sexually, tapi kalau sama-sama endorfin, why not?” lanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here