Sumber: id.pricepedia.org

Masih ingat tidak dengan majalah anak-anak yang dulu pernah menemani hari-harimu? Yup, apalagi kalau bukan Majalah Bobo. Majalah yang terbit setiap minggu ini memiliki karakter utama yang ikonik banget, yakni kelinci berwarna pink dan biru.

Dulu rasanya belum lengkap tanpa membaca kisah-kisah yang ada di dalam Bobo, mulai dari Oki dan Nirmala, Bona dan Rongrong, ragam cerita pendek, sampai kolom puisi khas anak-anak. Bahkan nih, pembaca juga bisa mengirimkan karya mereka, mulai dari menulis, menggambar sampai kolom surat untuk para penggemar bobo.

Meski sudah memasuki era modern, nyatanya majalah ini masih eksis. Tahun ini, para kelinci memasuki usia 45 tahun, lho. Anyway bagaimana sih kisahnya sampai Bobo jadi majalah anak-anak paling laris selama puluhan tahun?

1Terbit pertama pada 14 April 1973

Sumber: www.anakmasa90an.com

Majalah Bobo, pertama kali diterbitkan pada 14 April 1973 atas cikal bakal Bapak Jakob Utama, pendiri Kompas. Sejak pertama kali didirkan, majalah ini dikembangkan sebagai bacaan anak-anak.

Melalui slogan Teman Bermain dan Belajar, tujuan utamanya adalah untuk memberikan didikan melalui bacaan yang seru dan layak untuk anak-anak di usia Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Dasar.

2Berasal dari Belanda

Sumber: antikdanlawas.blogspot.co.id

Awal mulanya, Bobo merupakan majalah populer untuk anak-anak di Belanda sejak 1968. Kemudian dibuat versi asli Indonesia dan diterbikan setiap satu minggu sekali oleh Kelompok Kompas Gramedia. Sementara di Belanda terbit setiap dua minggu sekali.

3Berawal dari 16 halaman kertas koran

Sumber: InginBaca.com

Di awal penerbitannya, Bobo merupakan majalah anak pertama yang berwarna. Awalnya, beberapa isi yang dimuat merupakan rubrik dari Majalah Bobo Belanda yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

Sementara, sebagian lagi merupakan kreasi dari redaktur Kompas. Bapak Adi Subrata dan Ibu Tineke Latumeten merupakan dua orang yang dipercaya sebagai pengasuh Bobo di masa itu.

4Sahabat Bobo

Sumber: bambangirwantoripto.com

Di tahun 1980-an, ditambahkan rubrik bagi pembaca setia yang ingin menyapa sahabat Bobo lainnya. Kamu bisa menuliskan surat lengkap dengan mencantumkan hobi dan alamat sehingga teman lainnya bisa mengirimkan surat kepadamu nantinya dan jadilah sahabat pena.

5Beberapa kisah masih dipertahankan

Sumber: dunianostalgia80-an.blogspot.com

Sejak awal berdiri, Majalah Bobo masih mempertahankan kisah-kisah terdahulu. Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan cerita Negeri Kelinci, Ceritera Dari Negeri Dongeng, Bona Gajah Kecil Berbelalai Panjang, Paman Kikuk, Huin dan Asta, bukan? Sampai kini mereka masih ada lho guys!

6Berganti tampilan sebanyak enam kali

Sumber: tribunnews.com

Sejak awal berdirinya hingga kini, sudah terhitung sebanyak 6 kali Bobo berganti penampilan. Di awal terbit, majalah ini hanya memeiliki cover satu warna. Sementara kelinci digambarkan dengan tinta hitam. Berbeda dengan sekarang yang lebih colorful dan modern. Sementara bagi kamu yang tak sempat membeli majalahnya, maka kini sudah tersedia Bobo online yang bisa diakses melalui situs web Bobo.id.

Hayo siapa yang rindu kisah di dalam Majalah Bobo? Baca lagi, yuk! (ind/flk)

Source: Bobo.grid.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here