(AP Photo/Hadi Mizban)

Fourlook – Seakan telah menjadi tradisi bagi kita di bulan puasa untuk menyiapkan berbagai jenis makanan dan minuman untuk berbuka. Dari bermacam pilihan panganan berbuka, kita seakan telah menjadikan kebiasaan ini menjadi tradisi. Dan yang membuat keadaan menjadi runyam adalah kekeuhan untuk mempertahankan “tradisi” di bulan Ramadhan, tanpa mempedulikan biayanya. Norm ini membuat kita bertanya-tanya: Siapa yang mengajari kita tradisi meja makan yang sarat kelebihan dan balas dendam?

Tentu bukan Nabi ﷺ – yang sunnahnya kita wajib ikuti. Bukankah sangat ironi bagi kita, ketika kita membuat resolusi Ramadhan untuk meningkatkan ibadah, dan berusaha untuk mengembangkan ittiba’ di bidang lain dalam kehidupan kita, namun kita dengan cenderung mudah mengabaikan aspek kesederhanaan seperti yang dicontohkan Nabi ﷺ . Lalu muncul pertanyaan, lantas apa yang dikonsumsi Nabi ﷺ saat berbuka?

1Kurma

Sumber: cloudfront.net

Rasulullah ﷺ lebih suka berbuka puasa dengan kurma, dan jika dia tidak menemukan apapun, ia kemudian akan berbuka puasa dengan air.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah),  jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air”

2Tepung Sawiq

Sumber: www.tabeab.com

Dalam sebuah hadits Sahih al-Bukhari yang diriwatkan oleh `Abdullah bin Abi `Aufa, Rasulullah ﷺ pernah meminta untuk seseorang untuk membuatkan campuran tepung sawiq dan air untuk berbuka.

Dari dua pilihan ini jelas bahwa Nabi ﷺ lebih suka berbuka puasa dengan makanan yang mudah didapat, dan tidak mempermasalahkan untuk berbuka puasa dengan beberapa teguk air jika tidak ada makanan.

Rasulullah ﷺ tidak pernah membuat “tradisi” untuk memanjakan nafsu makannya – sebuah fakta yang harusnya memberi kita ummatnya waktu untuk berpikir. “Tradisi” siapa yang kita ikuti ketika kita duduk di meja makan dengan segala keberlimpahan yang terkadang berlebihan saat berbuka dan sahur?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here