Sumber: www.dictio.id

Lagu Indonesia Raya tentu melekat di hati masyarakat Indonesia. Lirik nasionalis yang dikombinasikan dengan musik penuh semangat, Indonesia Raya terpilih sebagai lagu utama untuk upacara Kemerdekaan Indonesia 73 tahun silam.

Hingga kini, Indonesia Raya maish dinyanyikan pada upacara rutin setiap hari Senin dan 17 Agustus untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Di balik terciptanya lagu kebangsaan yang indah tersebut ada sosok W.R. Supratman.

Beliau adalah komponis asal Indonesia yang namanya dikenal sebagai salah satu sosok pejuang kemerdekaan. Di sebuah rumah di Surabaya, Jawa Timur beliau tinggal hingga akhir hayatnya. Bagaimana kabar rumah Supratman saat ini?

1Dikenal sebagai musisi dan pencipta lagu

Sumber: www.tribunnews.com

Wage Rudolf Supratman, lahir di Purworejo pada 9 Maret 1903. Ia mengawali karirnya sebagai musisi di usianya yang ke-17 tahun. Bersama dengan kawannya di Makassar, ia membentuk grup band bernama Black and White Jazz.

Para anggota band saat itu terdiri dari orang-orang pribumi dan Indo-Belanda. Karirnya sebagai musisi juga membawanya sebagai seorang wartawan surat kabar Sin Po.

2Menciptakan Indonesia Raya

Sumber: www.tribunnews.com

Bekerja di surat kabar membuat Supratman harus pindah ke Batavia. Saat itu pula ia mulai menciptakan lagu Indonesia Raya. Lagu tersebut pertama kali diperdengarkan pada Kongres Sumpah Pemuda pada tahun 1928.

3Memancing kemarahan

Sumber: news.detik.com

Salah satu lirik Indonesia Raya yang penuh semangat dan bergelora ada pada kata ‘Merdeka! Merdeka!’. Namun justru lirik tersebut memancing amarah dari pemerintah kolonial hingga akhirnya Supratman menjadi orang yang paling dicari-cari saat itu. Ia akhirnya melarikan diri ke Kota Surabaya.

4Pindah ke Surabaya

Sumber: www.idntimes.com

Dalam sebuah rumah seluas 5 X 8 meter milik kakaknya, Giyem, Supratman tinggal. Kini rumah tersebut tampak tua namun tetap dirawat dengan baik. Di dalamnya ada beberapa barang peninggalan sang maestro.

Pada ruang tamu, ada lukisan wajah Supratman yang disipi lirik dan partitur Indonesia Raya. Sedangkan di sisi lain ada foto Kartini, sosok perempuan yang dikaguminya.

5Meninggal sebelum kemerdekaan

Sumber: www.superradio.id

Di sebuah kamar dengan dipan bambu sempit, Supratman menghembuskan nafas terakhirnya. Sebelum meninggal dunia, ia berkata, “Nasibku sudah begini, inilah yang disukai oleh pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saja meninggal, saya ikhlas. Saya toh beramal, berjuang dengan caraku, dengan biolaki. Saya yakin Indonesia pasti merdeka.”

Supratman menghembuskan nafas terakhirnya pada 17 Agustus 1938 dan dimakamkan di Makam Umum Kapas, Kenjeran, Surabaya.

6Gelar Pahlawan Nasional

Sumber: cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Pada tahun 1956, pemerintah memindahkan makam Supratman ke tempat yang lebih layak. Ia juga diberi gelar Pahlawan Nasional. Sementara itu, pada tahun 2003, Pemkot surabaya menjadikan rumah terakhir W.R. Supratman sebagai museum.

Hiduplah Indonesia Raya! Jasamu akan selalu terkenang, Pahlawanku. (ind/flk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here