Sumber: underspy.com

Ingat nggak pada tahun 2017 kemarin, pengguna media sosial dihebohkan dengan Blue Whale Challenge. Tantangan tersebut mendorong korbannya yang notabene adalah remaja untuk melakukan aksi bunuh diri melalui serangkaian instruksi dari orang asing melalui internet.

Nah, kini muncul lagi challenge serupa melalui pesan di WhatsApp dengan nama Momo Challenge. Si pelaku yang nggak tahu siapa mengirimkan pesan mengancam. Bahkan korban nggak segan diperintahkan untuk melakukan hal-hal yang ekstrim.

Benarkah Momo Challenge itu ada? Ataukah hanya hoax semata?

1Pengertian Momo Challenge

Sumber: www.wpde.com

Tantangan ini berupa permainan bunuh diri yang disebarkan melalui pesan di WhatsApp. Jika korban nggak membalas, maka secara terus menerus pelaku meneror bakal mencelakai orang-orang terdekat. Ia juga menyuruh untuk melukai diri sendiri sampai tindak kekerasan lainnya.

Dalam aksinya, pelaku menggunakan foto profil boneka patung yang pernah dipamerkan oleh Link Factory. Dimana patung wanita itu merupakan hasil karya seniman Jepang bernama Midori. Pelaku mengambil bagian kepala hinga bahu saja, sehingga Momo digambarkan sebagai sosok yang menyeramkan.

2Efek Momo Challenge

Sumber: www.brproud.com

Seorang gadis berusia 12 tahun di Argentina ditemukan tewas bunuh diri dengan mengikatkan diri di pohon belakang rumah. Setelah diselidiki oleh polisi, kematiannya dikaitkan dengan Momo Challenge.

Pihak berwajib menemukan sebelum meninggal anak tersebut bertukar pesan dengan seseorang bernama Momo. Kemudian ia diperintahkan untuk melukai dirinya sendiri hingga berakhir pada gantung diri. Bahkan kini kepolisian Spanyol memberikan peringatan kepada orang tua terhadap tantangan ini.

3Nyata atau hoax?

Sumber: parenting.dream.co.id

Para ahli meyakini bila Momo Challenge merupakan alat bagi para penjahat cyber untuk mengambil data pribadi korban. Masih belum diketahui siapa pelaku dan dalang dibaliknya, namun pihak berwajib menganggap tantangan ini merupakan ancaman nyata yang mendorong korbannya untuk bunuh diri.

Oleh sebab itu, para ahli dunia maya menegaskan bila para orang tua seharusnya mengawasi anaknya saat media sosial. Seperti dilansir dari News18, bahwasanya peran orang tua sangat penting untuk mencari tahu siapa dalang di balik cyber criminal tersebut.

Udah tahu kan gengs bahayanya tantangan dari media sosial kalau kita nggak tahu pasti apa faedahnya? So be careful dengan dunia yang makin keras ini cuy. (ind/flk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here