Sumber: plejmo.com

Industri perfilman Hollywood jadi kiblat dunia hiburan seluruh dunia. Perusahaan film terbesar di Amerika Serikat emang jagonya bikin tontonan berkualitas yang penuh totalitas. Mereka juga nggak segan menggelontorkan dana hingga triliunan rupiah demi sebuah film yang luar biasa.

Tapi usaha mereka nggak pernah sia-sia. Hampir seluruh hasil kerja keras insan perfilman Hollywood terbayarkan dengan jumlah penonton yang membludak, dan pujian dari kritikus film. Tapi tahu nggak sih, di tengah gempuran film berkualitas, beberapa justru dinilai merusak citra dari dunia film itu sendiri.

Lantas apa sih yang membuat film akhirnya rusak?

1Bagian akhir dibuat dua bagian

Sumber: harrypotter.wikia.com

Sebuah film emang dibuat untuk membangun rasa penasaran penonton. Oleh sebab itu selalu dibuat nggak langsung pada point-nya. Sampai akhirnya sineas membuat terobosan baru dengan membuat dua bagian pada sekuel terakhir. Contohnya saja kaya’ Harry Potter: Deathly Hallows Part 1&2. Kemudian Twilight: Breaking Down Part 1&2.

Sebenarnya mereka bisa saja membuat langsung habis pada bagian pertama. Namun karena ingin penonton makin gemes dan ada motif bisnis juga jadilah dibuat dua bagian. Padahal hal inilah yang bikin film justru nggak asik lagi.

2Remake film

Sumber: variety.com

Tren remake film kaya’-nya membooming banget belakangan ini. Nggak film dalam negeri saja, bahkan Hollywood juga sering banget membuat versi remake. Sebenarnya ish tujuannya bagus, yakni memperkenalkan kembali ke generasi masa kini.

Namun sayangnya tren remake ini justru dianggap merusak perfilman Hollywood. Sebab terkadang mereka mengubah keaslian cerita dan bikin filmnya malah nggak karu-karuan gitu.

3Bikin versi orisinil tapi kualitas buruk

Sumber: mashable.com

Sebagian berpendapat bila tren film remake disebabkan oleh minimnya ide. Nggak heran kemudian para sineas pas buat versi orisinil, justru kualitasnya buruk banget. Kaya’ Emoji Movie yang dinilai sebagai film paling buruk.

4Menyorot sponsor terus-terusan

Sumber: productplacementblog.com

Modal utama sebuah film itu dari sponsor. Makin banyak iklan yang mau gabung, maka makin kaya juga produksi film tersebut. Namun ada beberapa perusahaan yang meminta produknya disorot. Ya kalau di-shotnya dengan elegan dan smooth gitu sih nggak apa-apa. Tapi ada juga yang terus-terusan disorot.

Contohnya kaya’ Krispy Kreme di Power Rangers dan Doritos di Spider Man: Homecoming yang nggak banget pas ditonton. Udah kaya’ iklan jadinya, bukan film.

5Pakai teknologi yang terlalu berlebihan

Sumber: www.screengeek.net

Film Hollywood identik dengan teknologinya yang canggih. Baik dari segi latar, pengambilan gambar hingga karakter biasanya menggunakan bantuan studio. Ada kalanya memang berpengaruh positif, namun kalau terlalu berlebihan justru bakal memperburuk film itu sendiri.

Contohnya kaya’ Fantastic 4 yang menggunakan bantuan studio secara berlebihan. Yang tadinya diharapkan bakal menggebrak dunia, justru membuatnya nggak begitu bagus dan natural. Justru kaya’ sineasnya kurang kreatif.

Menurut kamu ada lagi nggak yang membuat film rusak hanya krena tren? Share di kolom komentar, ya. (ind/flk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here