Sumber : merdeka.com

Tanggal 31 Juli 2018 lalu tepatnya di Jalan Raya Puspitek Serpong tangerang Selatan, terjadi insiden tawuran yang melibatkan 2 buah sekolah menengah kejuruaan. Tawuran ini sangat mengerikan karena menimbulkan korban dengan luka yang membuat kita merinding. Salah satu pelajar yang menjadi korban dalam tawuran tersebut mengalami luka tusukan berupa parang yang tertancap di wajahnya. Bahkan di saat dibawa ke rumah sakit, parang masih menempel di pipinya. Setelah lebih dari 20 jam berlalu, parang masih belum dapat diangkat dan masih menancap di pipi korban.

Sumber : merdeka.com

Korban yang dibawa ke rumah sakit Cipto Mangunkusumo sejak kemarin juga belum dilakukan operasi pencabutan parang. Dokter di rumah sakit tersebut masih belum berani untuk melakukan operasi pencabutan.

Sumber : berita.live

Saat diwawancarai, menurut kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy, sudah dilakukan langkah untuk mencoba memotong parang yang menancap di pipinya tersebut. Namun untuk melakukan pencabutan terhadap parang yang masih menancap, tim Dokter masih melakukan observasi di ruang ICU RSCM. Operasi pencabutan parang dari pipi, kemungkinan akan dilakukan 3 atau 4 hari kedepan. Namun jika kondisi hasil observasi cukup bagus, kemungkinan kamis siang akan dilakukan operasi.

Pelajar yang menjadi dalam tawuran ini bernama Ahmad Fauzan. Ia adalah siswa SMK 3 Bhipuri yang menjadi korban tawuran antar pelajar pada hari Selasa 31 Juli 2018. Dari foto yang beredar di dunia maya, terlihat foto tengkorak fauzan tancap oleh Parang dengan cukup dalam. Untuk yang tidak kuat melihat gambar ini sangat disarankan untuk tidak melihatnya.

Sumber : merdeka.com

Sudah seringkali banyak tawuran terjadi antara satu sekolah dengan sekolah lain. Penyebab dari maraknya tawuran ini bermacam-macam. Ada yang disebabkan karena tersinggung dengan ucapan pelajar dari sekolah lain, ada yang disebabkan oleh saling ejek, ada juga yang memang sudah dijadikan budaya turun-temurun antara kedua sekolah. Semoga kasus ini adalah kasus tawuran terakhir kali. Untuk para orang tua seharusnya lebih mengawasi lagi kelakuan putra-putranya. Bagi pemerintah, banyak hal yang harus dievaluasi dari sistem pendidikan di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here