Sumber: apakabariwan.wordpress.com

Foodies pasti sudah nggak asing lagi dengan cilok terenak dari Yogyakarta. Yap, apalagi kalau bukan Cilok Gajahan. Kabarnya, untuk mendapatkan jajanan ngehits ini pembeli harus rela antri berjam-jam, lho. Ditambah lagi, sang penjual bahkan sampai bisa menjual 30 hingga 50 kg cilok perharinya.

Usut punya usut ternyata cilok tersebut nggak sembarangan cilok. Sang penjual membocorkan rahasia di balik kelezatannya. Apa hayo?

1Cilok dibuat dengan daging asli

Sumber: www.qraved.com

Berbeda dengan cilok lainnya yang hanya berbahan kanji, Syahrul membuat Cilok Gajahan dengan campuran daging sapi asli. Per harinya ia bisa menghabiskan 50 kg adonan cilok yang terdiri dari tepung tapioka, sagu, gandung, rempah-rempah dan daging sapi.

Semua bahan tersebut dicampur dan dihaluskan menjadi satu. Lalu dibuat bulat kecil sebagaimana cilok pada umumnya. Jumlah tersebut berbeda dengan dulu yang hanya meghabiskan 2-3 kg adonan. Dari 50 kg tersebut 7 kg nya adalah daging sapi asli.

2Bumbu super lezat dan pedas

Sumber: www.mulpix.com

Kini jajanan pedas emang jadi primadona. Selain memanjakan lidah, pedas juga menjadikan sensasi makan jadi lebih terasa. Nah, selain rasa cilok gajahan yang kenyal dan gurih, pembeli juga ketagihan dengan bumbu sambalnya.

Berbeda dengan lainnya yang menggunakan bahan murah. Syahrul mengaku membuat sambal spesial untuk ciloknya dari cabe rawit, bawang merah, bawang putih dan rempah-rempah lainnya. Dengan begitu citarasa Indonesianya jadi lebih terasa.

Setiap harinya, ia menghabiskan 7 kg cabe rawit. Meksipun harga cabe naik, namun Syahrul berkomitmen nggak mengurangi jatah cabe untuk bumbu. Jadi, si penjual tetap menggunakan bahan yang sama tanpa pengurangan sedikitpun kendati harga sembako naik, guys.

Nah, sekarang udah tahu kan rahasia citarasa cilok gajahan dari mana? Kamu bisa kok membuatnya sendiri di rumah. Yuk, langsung aplikasikan saja resep dari si penjualnya langsung! (ind/flk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here