Sumber: liputan6.com

Baru-baru ini viral sebuah foto yang menunjukkan bahwa patung putri duyung di kawasan wisata Ancol ditutup dengan sehelai kain di bagian dadanya. Tentu saja ini hal yang cukup aneh, karena sejatinya patung merupakan sebuah karya seni, dan karya seni sendiri memiliki kebebasan atau tak ada aturan yang melekat, termasuk norma. Akan tetapi pada kenyataannya patung putri duyung di Ancol harus mengikuti norma yang ada di masyarakat, yang masih menganut budaya timur.

Tak berselang lama setelah foto itu viral, PT. Pembangunan Jaya Ancol selaku pengelola langsung mendapat protes keras. Karena mereka dianggap menutup akses publik untuk menikmati sebuah karya seni dengan seutuhnya. Padahal sebelumnya patung tersebut dibiarkan terbuka tanpa tertutup dengan sehelai benang pun.

Akan tetapi patung putri duyung di Ancol bukan satu-satunya patung yang terkena sensor sosial. Karena ada beberapa patung lainnya yang juga mengalami nasib serupa, seperti yang berikut ini.

1Patung Tugu Zapin

Sumber: diriau.com

Patung Tugu Zapin yang merupakan ikon dari kota Pekanbaru tersebut sempat mendapat protes keras dari MUI pada tahun 2012 yang lalu. Mereka menilai bahwa patung tersebut bersifat erotis karena menggambarkan seorang wanita dengan pakaian yang cukup terbuka.

2Patung di Istana Bogor

Sumber: okezone.com

Kemudian ada patung di Istana Bogor yang juga terkena sensor sosial. Bahkan patung tersebut harus ditutup dengan kain yang menyerupai kemben dengan alasan untuk menghormati budaya dan norma yang berlaku.

3Patung Bawah Laut Gili Meno

Sumber: tripcanvasindonesia.com

Tak hanya patung di darat, patung yang berada di bawah laut juga tak luput dari sensor sosial. Patung-patung yang berada di bawah laut Gili Meno juga sempat menimbulkan kontroversi, karena dianggap berbau pornografi karena menggambarkan seorang wanita dan pria yang tengah berpelukan.

4Patung Taman Ketapang Satu

Sumber: radarntt.com

Patung ini dibuat oleh pemerintah kota Kupang, NTT dan terletak di Taman Ketapang Satu. Patung ini juga dianggap berbau pornografi, karena hanya menutupi bagian alat vitalnya dengan sehelai selendang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here