Sumber : www.erabaru.net

Apa yang ada di pikiran kamu ketika mebdengar kata “mayat?”. Tentu mungkin yang pertama terlintas adalah seram dan menakutkan. Namun ternyata di belahan bumi negara lain sana, ada sebuah acara pameran mang memperlihatkan mayat manusia yang telah meninggal dan diawetkan yang telah melalui proses plastination. Sebuah pameran anatomis bernama Body World yang kontroversial, mengadakan acara ini selama bertahun-tahun. Berbagai tubuh mayat manusia yang diawetkan di pamerkan di sana seperti sebuah karya seni. Bahkan salah satunya adalah mayat wanita yang sedang hamil beserta si bayinya.

Sumber : www.erabaru.net

Pameran ini dilakukan di negara Tiongkok. Menurut sumber dariĀ www.erabaru.net, mayat-mayat ini merupakan mayat yang pada mulanya diterima oleh Biro Kepolisian Tiongkok. Dalam disclaimer situs pameran disebutkan bahwa “Pameran ini memperlihatkan sisa-sisa jenazah dari warga negara China, yang mulanya diterima oleh Kepolisian Tiongkok. Pihak berwenang tersebut kemungkinan besar menerima mayat tersebut dari kepolisian di Tiongkok”.

Mengundang Kontroversi

Dalam pameran mayat lainnya bertajuk “Bodies : The Exhibition” juga menampilkan hal yang serupa, yaitu pameran mayat yang telah diawetkan. Dalam pameran tersebut tentunya mengundang kontroversi dan pro kontra di masyarakat. Beberapa mayat diragukan bahwa keluarga mereka sukarela menyumbangkan mayat untuk dipamerkan.

Sumber : www.erabaru.net

Hal ini lantaran dalam budaya Tionghoa tradisional, tidak mau atau enggan menyumbangkan bagian tubuh apalagi mayat keluarga mereka untuk dipamerkan. Tiongkok memiliki tingkat penyumbangan organ tubuh sangat rendah dan karena itu banyak sekolah kedokteran disana yang “kekurangan mayat” untuk bahan praktek kedokteran.

Sumber : www.erabaru.net

Dalam peraturan di Tiongkok sendiri yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, jika ada mayat yang tidak diklaim oleh keluarga selama satu bulan, maka akan dilabeli mayat yang tidak diklaim.
Wah seram sekali ya? Mayat manusia yang dipamerkan di sana bahkan sampai ada mayat wanita hamil lengkap beserta janin bayinya. Kalau di negara kita rasanya ini akan sangat bertentangan dengan nilai yang ada di masyarakat. Terlepas dari persoalan dalam negeri maupun politik di negara Tiongkok, ke depannya semoga saja pameran serupa tidak di adakan lagi. Alan lebih baik jika pameran tubuh mayat digantikan dengan pameran lain, misalnya pameran lukisan atau pameran karya seni yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Sumber : www.erabaru.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here