Kematian adalah sesuatu yang paling ditakuti oleh manusia. Meskipun Semua orang pasti akan merasakan yang namanya mati, tetapi tetap saja saat dia datang akan sangat ditakuti dan pasti sangat menyakitkan. Dalam beberapa tahun belakangan ini, di Korea Selatan ada sebuah tradisi unik yang berkaitan dengan pemakaman. Seperti yang diketahui bahwa Korea Selatan mempunyai tingkat bunuh diri tinggi. Di tahun 2016, bunuh diri di Korea Selatan adalah 20,2 orang Per 100.000 penduduk. 

Sumber : koreanews.com

Kasus yang terbaru terkait bunuh diri adalah yang dialami oleh artis terkenal bernama Sulli yang bunuh diri lantaran dibully oleh netizen. Karena kasus bunuh diri yang tinggi, pemerintah Korea Selatan menyediakan fasilitas pemakaman gratis tetapi untuk mereka yang masih hidup. Loh kok bisa?. Orang yang masih hidup kok disediakan fasilitas pemakaman gratis ya ?. Berikut ini adalah penjelasannya.

Sumber : globaltimes.com

Sudah lebih dari 25.000 orang ikut serta dalam “simulasi kematian” yang diadakan oleh pusat penyembuhan hyowon, semenjak berdirinya di tahun 2012. Peserta tersebut berharap bahwa simulasi kematian akan meningkatkan kualitas hidup mereka. Salah satu peserta yang berusia 75 tahun bernama Cho Jae Hee berkata ” saat kamu ikut serta dalam simulasi kematian ini, kamu akan melakukan pendekatan baru dalam kehidupan”. Peserta tersebut mengikuti program “sekarat” yang ditawarkan oleh perusahaan hyo-won di Korea Selatan.

Sumber : koreanews.com

Peserta yang ikut serta dalam simulasi kematian tersebut terdiri dari remaja,dewasa,hingga orang yang sudah lanjut usia. Mereka memakai kain kafan, mengambil foto untuk pemakaman,  menuliskan apa wasiat terakhir mereka, serta kemudian berbaring dalam sebuah peti mati selama 10 menit. Selama di peti mati tersebut, para pesertanya banyak yang merenung menyadari lagi apa arti dari kehidupan. 

Sumber : kajianislam.com

Di Indonesia sendiri, ada juga sih tradisi yang mirip-mirip dengan tradisi simulasi kematian tersebut. Bedanya,tradisi ini dilakukan saat orang atau kedua belah pihak ingin membuktikan, Siapakah di antara mereka yang jujur dan yang berbohong. Ritual tersebut dinamakan dengan sumpah pocong, kamu juga pasti pernah mendengar ya bukan?.

Bagi orang yang berbohong, maka dia siap akan mengalami kutukan atau bahkan musibah. Nggak tanggung-tanggung, ada juga yang berani bersumpah akan mendapatkan musibah sampai tujuh turunan!. Waduh, kenapa anak cucunya yang enggak tahu apa-apa ikut-ikutan jadi kena batunya?.

Itulah tadi simulasi kematian yang ada di Korea Selatan. Sebagai manusia, kita juga pasti akan mengalami yang namanya kematian. Tugas kita adalah bekerja dan beribadah dengan sebaik-baiknya selama kita masih diberikan nyawa. Jangan lupa dan sombong terhadap sesama manusia, juga jangan lupa untuk berbakti kepada orang tua. Kemudian,pada saat kematian datang, kita sudah harus siap dengan amal ibadah kita untuk bekal di akhirat nanti. Silakan bagikan artikel ini ke media sosial kamu ya!.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here