Sumber: trivia.id

Saat media cetak masih berkibar, para remaja menantikan ramalan zodiak yang diterbitkan setiap minggu. Mulai dari keuangan, asmara, hingga sifat serta karakter.

Dunia astrologi digunakan oleh beberapa negara untuk menentukan hukum dan spiritualitas. Namun tidak semuanya bisa menerima ilmu ini. Sebab beberapa ramalan yang dikaitkan dengan posisi bintang ini justru dianggap tidak sesuai dan bukan bagian dari sains.

Mengapa bisa demikian? Simak ulasannya berikut ini untuk mengulik faktanya yuk!

1Berasal dari orang Babel kuno

Sumber: berfrois.com

Astrologi diperkirakan dimulai oleh orang-orang Babel kuno, tepatnya dua abad sebelum kelahiran Kristus. Mereka menggunakan langit malam untuk menafsirkan peristiwa-peristiwa tertentu. Dulunya mereka menggunakan ilmu tersebut untuk memprediksi hujan meteor, komet lewat, hingga gerhana.

2Menyebar ke Yunani, India dan Cina

Sumber: elverdaderojokin.blogspot.com

Usai dikenalkan oleh orang-orang Babylonia, astrologi menyebar hingga ke Cina, India dan Yunani. Masing-masing negara menanamkan struktur kepercayaan astrologi Babylonia berdasarkan mitos, legenda dan interpretasi masing-masing.

Di Yunani, astrologi menggabungkan antara mitologi Yunoani kuno dengan peredaran bintang-bintang. Hal ini juga berlaku id India dan Cina yang mana dikaitkan dengan agama serta tahayul.

3Dikembangkan oleh Astrolog

Sumber: nkfu.com

Pada awal abad pertengahan di Eropa, para astrolog membuat peta akurat pertama mengenai pergerakan bintang dan orbit bulan terhadap matahari. Namun usaha mereka diremehkan oleh para ilmuwan saat itu.

Hingga akhirnya muncullah nama-nama yang bersejarah dalam bidang astrologi, seperti Kepler, Jung, Galileo, Copernicus dan Brahe. Mereka dianggap berhasil memajukan ilmu astrologi dan mempraktikkannya secara ilmiah.

4Astrologi bukan sains

Sumber: clubnewton.org

Seiring dengan berkembangnya zaman, ilmu astrologi tidak dianggap sebagai sains. Sebab ia selalu dikaitkan dengan mistisme dan mitologi. Hal tersebut berarti teori-teori yang digunakan untuk menarik kesimpulan tidak berdasarkan fakta melainkan hanya prediksi.

5Mengaitkan banyak hal untuk menarik hasil

Sumber: opinion.al

Ilmu astrologi memanfaatkan pergerakan benda-benda langit, tanggal lahir, dan faktor pribadi lainnya untuk menarik suatu hasil. Para astrolog juga mengikuti pola perilaku manusia yang masih berkolerasi dengan prediksi tersebut. Jadilah mereka akhirnya bisa membuat rencana masa depan.

6Astrologi merupakan budaya

Sumber: kenh13.net

Jika astrologi tidak dikategorikan sebagai sains, maka ilmu ini dimasukkan menjadi bagian dari kebudayaan. Sebab setiap negara memiliki prediksi masing-masing yang disesuaikan dengan kebudayaan setempat, baik legenda dan mitos.

Selain memanfaatkan posisi benda-benda di langit, horoskop dibuat dengan mencocokkan dengan tanggal lahir seseorang. Jadilah zodiak dikaitkan dengan ramalan-ramalan masa depan sebagai bahan untuk memprediksi peristiwa yang akan terjadi nanti.

Di antara kalian ada yang percaya zodiak? (ind/flk)

Source: Gurubelajar.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here