Kehidupan mendekati kekasih hatipun tak lepas dari perjuangan-perjuangan. Kehidupan asmara yang masih tahap pendekatan mengurai banyak kisah-kisah lain yang harus dijalani dengan segenap kesabaran. Dan wahai gebetan, ini adalah beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepadamu.

1Mencari Bahasan Obrolan itu Terkadang Bukan Sesuatu yang Mudah

Dear gebetan, kami seringkali ingin berlama-lama chatting bersama kalian. Mencari obrolan-obrolan yang sekiranya menarik perhatianmu. Tapi terkadang kecewa juga, kau hanya membalas ala kadarnya. Memberikan perasaan curiga bahwa diri kami tidak terlalu menarik perhatianmu. Bukan, bukan bermaksud menyerah, hanya saja, kau terkadang membuat seseorang yang berjuang terlihat remeh. Dan membaca pesan dengan hanya huruf “Y” atau “G” itu gak enak. Apalagi Cuma di Read doang.

 

2Menikungmu itu Juga Butuh Kesempatan

Dear gebetan, terkadang kami tahu kalian sudah punya kekasih. Bahkan, seringkali kau juga menceritakan setiap kelemahan kekasihmu pada kami. Memunculkan satu keyakinan bahwa kau harusnya mendapat yang lebih baik, dan tentu orang yang lebih baik itu adalah kami. Kami hanya selalu percaya bahwa yang lebih dulu ada akan kalah sama yang sering ada. Terkadang, kami hanya butuh waktu dan kesempatan untuk suatu saat menikungmu. Atau menunggu hingga kalian sadar betapa kami memang lebih layak. Dan asal kau tahu, pacar yang sering membuatmu galau di sosmed adalah contoh pacar yang tidak baik.

 

3Kehadiranmu adalah Sesuatu yang Diharapkan Hati

Dear Gebetan, kami senang dengan kehadiranmu. Seringkali bersyukur bahwa kau memiliki banyak hal yang diharapkan oleh hati ini. Ada kalanya, hadir perasaan aneh yang membuncah ketika membayangkan masa-masa indah saat bersamamu. Sesuatu yang timbul karena bayanganku menggambarkan kenangan tentang kita begitu membahagiakan.

 

4Kami Tidak Takut Menyatakan Cinta

Dear gebetan, kalian harus tahu. Bukan kami takut untuk menyatakan cinta lebih dulu. Kami hanya berusaha membaca suasana, karena sesungguhnya yang kami takutkan adalah kemungkinan bahwa kalian akan menjauhi kami.

Biar bagaimanapun, dirimu adalah sosok penting yang membuat sesuatu yang kosong semakin terisi. Dan tentu, kami tidak ingin kehilanganmu beserta momen-momen kebersamaan kita. Bila suatu saat Tuhan merestui, kekasih yang paling ingin kucintai itu adalah kamu. Cukup kamu saja. (Danasmara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here