Sumber: ThisSummer

Di Jepang, industri pornografi atau yang dikenal dengan jav menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar negara. Hal itu sejalan dengan semakin suburnya bisnis film ena-ena di Negeri Matahari Terbit tersebut, dan bahkan bisnis film porno Jepang menjadi yang terbesar di dunia. Karena itu, kini banyak wanita muda Jepang yang berusia antara 17 hingga 23 tahun rela terjung ke industri pornografi.

Lebih gilanya lagi, berdasarkan survey pada tahun 2012 yang lalu, setidaknya 80 persen mahasiswi Jepang menjadi incaran para pencari bakat bintang porno. Meskipun demikian, ada salah seorang bintang porno yang mengakui bahwa sangat sulit untuk bisa masuk dan terkenal dari dunia jav. Dia menjelaskan bahwa butuh perjuangan yang sangat keras untuk bisa masuk ke industri film ena-ena Jepang.

Sumber: AKB48G

Hal itu karena banyak wanita yang ingin terjun ke industri pornografi Jepang, sehingga mereka harus bersaing ketat. Karena saat berhasil mencapai kesuksesan, maka mereka bisa mendapatkan begitu banyak kekayaan. Seperti halnya Maria Ozawa dan juga Sora Aoi, yang berhasil meraih penghasilan hingga jutaan Yen hanya dalam sekali syuting film porno.

Sementara itu, bagi wanita yang tidak memiliki pendidikan tinggi dan keterampilan khusus, akan menjadi hal yang sulit untuk mencari pekerjaan di Jepang. Mereka pun kemudian memilih terjun ke industri film porno untuk bisa melangsungkan kehidupannya.

Sumber: TodayIdol

Selain itu, ada salah seorang bintang porno bernama Shiori yang mengakui bahwa dia terjun ke industri pornografi karena memang menyukai seks. Terlebih saat ini dia mengaku tidak memiliki seorang kekasih, sehingga dia pun memilih untuk melampiaskan hasratnya akan seks dengan menjadi bintang porno.

Sumber: Pinterest

Itulah beberapa alasan yang membuat banyak wanita Jepang memilih untuk menjadi bintang porno. Meskipun kerjannya ‘ena’, namun sangat disayangkan keputusan mereka untuk terjun ke industri pornografi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here