Sumber: arsenaltruefans.com

Pengamat bola boleh saja mengabaikan Lucas Torreira. Namun bintang lapangan hijau yang dijuluki Dwarf ini punya kuantitas dan kualitas selama bermain dalam World Cup 2018. Si kecil ini sempat mendominasi di putaran ke-16 pertandingan Uruguay melawan Portugal. Namun ia dihadapkan dengan tantangan yang lebih besar lagi, yakni Antoine Griwezman, Kylian Mbappe dan Cobay.

Kendati demikian, Torreira mudah saja menaklukkan lawan dengan teknik menggiring bolanya yang cepat. Lantas apa sih rahasia dia bisa jadi salah satu pemain yang paling diperhitungkan di Piala Dunia kali ini?

1Gaya bermain Torreira dinilai unik

Sumber: www.101greatgoals.com

Meski betubuh kecil, namun permainan Torreira dinilai sempurna. Ia bahkan mampu memberikan umpan akurat dari dalam, kemudian mengopernya dengan gerakan cepat. Saat pertandingan melawan Portugal, ia bisa menguasai dari jarak beberapa meter, mem-blocking hingga mengoper bola dengan lihai.

2Bakatnya baru saja tercium

Sumber: supersport.al

Awalnya kemampuan ini belum tercium siapa-siapa. Tapi karirnya sebagai gelandang mulai diketahui pada awal tahun 2017 saat ia bermain apik bersama klub Italia di Serie A. Akhirnya, ia pun ditarik menjadi salah satu bagian dari tim nasional Uruguay.

3Sudah lama ingin jadi bagian dari tim nasional

Sumber: mogaz news en

Meski sudah malang melintang di dunia sepakbola. Namun Torreira nggak pernah sekalipun merasakan tampil di lapangan Piala Dunia. Ia mengaku selama ini menyembunyikan emosi, namun kini sudah saatnya untuk membuktikan.

Menariknya, lima bulan yang lalu ia masih nggak nyangka sudah diserahkan seragam tim nasional untuk membela negaranya di kancah World Cup. Dilansir dari FIFA.com, ia baru sadar kalau hendak pergi ke Rusia dan tak akan menyia-nyiakan kesempatan bagus ini.

4Jejak karir Torreira

Sumber: bola.okezone.com
  1. Di usianya yang ke-16 tahun, ia meninggalkan kampung halamannya, Fray Bentos untuk mencoba peruntungan di Montevideo.
  2. Dia bergabung dengan tim remaja Montivideo Wanderers sebagai gelandang.
  3. Pada tahun 2015, ia menandatangani kontrak kerja sama dengan Italia Pescara.
  4. Kemudian sang pelatih, Massio Oddo memindahkannya kembali ke garis tengah saat pertandingan Serie C.
  5. Pada Juli 2015, ia bergabung dengan Sampdoria dan kembali ke Pescara karena statusnya hanya pinjaman untuk satu musim.
  6. Akhirnya ia memulai debut bersama Uruguay pada 23 Maret 2018 dalam pertandingan persahabatan melawan Republik Ceko.

Torreira masih punya beban di pundaknya. Ia diharapkan bisa memimpin negaranya hingga ke babak berikutnya. Kendati demikian, si gelandang ini janji bakal memberikan yang terbaik buat Uruguay. (ind/flk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here