Sumber: gwigwi

Bagi sebagian negara barat yang menganut kebebasan, film porno bukanlah hal yang tabu dan bahkan dianggap sebagai industri yang legal. Sehingga bukan hal yang aneh jika rumah produksi film porno menjamur di negara-negara barat, terlebih keuntungan dari industri ini juga cukup besar. Seiring berjalannya waktu, para penikmat film porno juga semakin meningkat yang membuat permintaan pasar selalu mengalami kenaikan. Genre-genre baru pun terus bermunculan, mengundang penasaran bagi para penikmatnya. Kecanggihan teknologi pun membuat peredaran film porno semakin tak terbendung, bahkan Indonesia yang menjadi negara penganut budaya ketimuran juga telah disusupi oleh ribuan film porno. Bahkan saat ini Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu negara pengakses situs porno terbesar di dunia.

Ketertarikan besar masyarakat terhadap film porno membuat salah seorang seniman fotografi asal Inggris, Jo Broughton memiliki ide yang cukup unik. Dia memotret berbagai setting ruangan yang digunakan sebagai tempat pengambilan adegan porno. Namun Jo hanya memotret ruangan-ruangan tersebut dalam keadaan kosong, entah itu telah dipakai atau hendak dipakai untuk beradegan seks. Mau tahu bagaimana saja setting ruangan untuk pengambilan adegan porno? Langsung saja scroll ke bawah.

1Di Kamar dengan Nuansa Serba Pink, Pernah Lihat Film Porno di Tempat Ini?

Sumber: Jo Broughton

2Setting Ruangan yang Sangat Familiar, di Ruang Kelas

Sumber: Jo Broughton

3Berlatar Tumpukan Kado, Mungkin Tempat Ini untuk Film Porno Bertema Party

Sumber: Jo Broughton

4Ruangan untuk Film Porno Bertemakan Hutan

Sumber: Jo Broughton

5Suasana yang Romantis, Ruangan dengan Puluhan Balon Warna-warni

Sumber: Jo Broughton

6Ada yang Tahu Tema Film Porno untuk Setting Ruangan Ini?

Sumber: Jo Broughton

7Lagi-Lagi Serba Pink, tapi Ini Lebih Syahdu

Sumber: Jo Broughton

8Baru Tahu Ada Film Porno Bertemakan Kutub Utara!

Sumber: Jo Broughton

9Ruangan Legendaris, Bilik Rumah Sakit

Sumber: Jo Broughton

10Kalau Ini Mungkin Habis di Pakai, Sofanya Berantakan

Sumber: Jo Broughton

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here