Sumber: economy.okezone.com

Indonesia sudah pernah dilanda inflasi pada tahun 1997 dan puncaknya pada 1998. Krisis moneter membuat daya jual jadi lebih tinggi hingga berkali-kali lipat dari biasanya. Hal tersebut memicu permasalahan ekonomi penduduk dan berujung pada kekacauan di mana-mana.

Kali ini krisis serupa terjadi di Venezuela, bahkan sampai disebut-sebut sebagai hiperinflasi. Pada akhir tahun, kasus ini diprediksi akan mencapai satu juta persen. Sementara pemerintah sudah berupaya menghapus tiga nol pada mata uangnya, namun krisis moneter masih nggak terbendung.

Kondisi di tengah masyarakat justru lebih membingungkan lagi, mereka yang nggak mempunyai rekening di bank terpaksa harus membawa setumpuk uang untuk membeli satu barang. Untuk membeli satu gulungan tisu toilet saja, mereka harus membawa setidaknya puluhan tumpuk uang.

Situasi ini benar-benar memperihatinkan. Sampai-sampai menggugah hati seorang fotografer bernama Carlos Garcia Rawlins. Ia mengilustrasikan kondisi hiperinflasi ini dengan setumpuk uang yang merupakan harga dari satu buah barang. Coba deh lihat potretnya di bawah ini dan bayangkan bagaimana kondisi masyarakat di sana.

1Krisis ekonomi di Venezuela dinamakan hiperinflasi.

2Gambar-gambar yang ditunjukkan oleh sang fotografer sesuai dengan kondisi di lapangan.

3Mereka yang nggak memiliki rekening di bank terpaksa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

4Satu bungkus pembalut di Venezuela mencapai 3.500.000 bolivars atau sama dengan 0.53 USD.

5Sementara satu bungkus dipaers dihargai 8.000.000 bolivars atau 1.22 USD.

6Gambar-gambar ini memang diambil saat krisis melanda dan harga kebutuhan pokok nggak menentu.

7Satu kilogram beras sama dengan 2.500.000 bolivars atau 0.38 USD.

8Sabun batang mencapai 3.500.000 bolivars setara dengan 0.53 USD.

9Sementara daging berkisar 9.500.000 bolivars atau sama dengan 1.45 USD.

10Satu kilogram tomat dihargai 5.000.000 bolivars yang setara dengan 0.76 USD.

11Sedangkan satu kilogram pasta mencapai 2.500.000 bolivars atau 0.38 USD.

12Tentu saja kondisi ini memicu banyak protes dari masyarakat kepada pemerintah.

Hingga kini, Presiden Maduro selaku kepala negara Venezuela masih memikirkan solusi terbaik agar krisis nggak terbendung ini bisa menurun. (ind/flk)

Source : Boredpanda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here